Teknologi Semakin Maju Penipuan dengan Rekayasa Sosial pun Berubah




Kita mungkin sudah mengenal bermacam macam kejahatan digital yang sering terjadi. Dimulai dari undian berhadiah,phising sehingga modus mama minta pulsa.

Namun, tahukah anda padahal kejahatan dengan alih-alih penipuan berbasis digital itu sudah terjadi sejak sebelum teknologi berkembang semasif sekarang.

Hasil penelitian Pusat Studi Masyarakat Digital UGM menyatakan sejumlah argumen bahwa model-model kejahatan digital sudah merebak sejak era teknologi klasik seperti e-mail,handphone dan SMS.

Namun semenjak kehadiran teknologi semakin canggih (maju) tindakan yang dilakukan penipu mulai bergeser dari mengakses system computer menjadi manipulasi psikis pengguna, “ ujar peneliti CfDS UGM.

Target yang menjadi sasaran tersebut adalah biasanya pihak yang mempunyai wewenang pada system eletronik tersebut.Sejumlah narasumber menjelaskan kasus-kasus manipulasi dengan manipulasi psikis dari waktu ke waktu.
Pada periode tahun 2013 hingga 2017,modus penipuan menggunakan beragam intrik diantaranya pemalsuan website,peretasan e-mail perusahaan,phising dan lain-lain.

Pada tahun 2018 topik manipulasi psikologis mulai merebak dengan meminta akses berupa Kode OTP untuk melakukan aktivitas transaksi financial dengan para korban dan meminta kode dari pengguna melalui media telekomunikasi sms dan telepon.

Pada 2019, strateginya mulai maju dengan menghubungi user pemilik E-wallet untuk mendapatkan sejumlah hadiah ataupun modus penipuan dengan meminta kode verifikasi aplikasi olah pesan bahkan sampai telepon.

Modus-modus penipuan ini biasanya diawali dengan para penipu yang memberikan pesan-pesan yang menyesatkan dan menyenangkan seperti menjebak korban secara tidak langsung atau mendapatkan hadiah.
Setelah mendapatkan kuasa pada diri korban dengan mempengaruhi psikologinya untuk mengikuti saran dan intriknya dan melakukan tindakan yang mengakses uang milik korban.
       
Ia mengatakan bahwa untuk pencegahan hal yang paling vital dengan meningkatkan literasi tentang keamanan digital khususnya pada modus-modus penipuan.

Menurutnya setelah para korban mengetahui tentang modus-modus penipuan yang dilakukannya. Mereka akan mengidentifikasi tahapan berikutnya yang dilakukan oleh para penipu.

Disaat dihubungi disarankan jangan sampai pengguna mempercayai jebakan maupun perintah yang diperintahkan oleh penipu untuk mengakses kode OTP ataupun data privasi milik mereka.

“User layanan sebagai kunci dari kejadian ini, pengguna layanan adalah peran vital dalam rantai kemanan cyber “ tuturnya
            

0 komentar:

Post a Comment

Translate

RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts