Peretas Samarkan Trojan Ginp pada Aplikasi Pendeteksi Virus Corona

Sehubungan dengan pandemi virus corona semakin meluas di berbagai belahan dunia, masyarakat dihimbau untuk bekerja ataupun sekolah dari lingkungan rumah.Bukan hanya itu, warga juga diminta untuk mempraktekkan social distancing atau menjaga jarak satu sama lain saat berinteraksi atau di luar ruangan.Namun dalam beberapa kasus yang ditemukan, social distancing dapat berkembang memicu sebuah paranoid dan membuat orang saling mencurigai satu sama lain karena ketakutan virus corona.

Dengan memanfaatkan syndrom paranoid tersebut, para penjahat dunia cyber dibalik trojan Ginp merilis sebuah aplikasi pendeteksi virus corona yang diberi nama Coronavirus Finder.Tampil dengan desain antarmuka (Graphical User Interface, UI) sangat sederhana, aplikasi ini hanya menampilkan jumlah suspect orang yang terinfeksi virus corona di sekitar pengguna.

Bagi para pengguna yang penasaran mencoba serta ingin mengetahui lokasi mereka, pengguna diharuskan untuk membayar nominal sebesar 0,75 euro atau senilai Rp 13 ribuan, sebagaimana diinformasikan Kaspersky, Rabu (1/4/2020).

Cara Kerja Trojan Ginp di Coronavirus Finder

Jika pengguna menyetujui untuk membayar dan melihat lokasi orang yang terinfeksi virus corona, maka otomatis dialihkan ke halaman pembayaran(pay out).

Pada halaman ini, pengguna awam akan diharuskan untuk memasukkan informasi terperinci dan terkait tentang data kartu kredit mereka. Dengan modus mendapatkan informasi tentang lokasi orang yang terinfeksi Covid-19, hasil data kartu kredit pengguna justru sudah melayang ke tangan penjahat cyber.

Meskipun kejahatan bertipe cyber ini masih mengincar para pengguna yang tinggal di Spanyol, nampaknya para pelaku berencana untuk menyerang negara-negara lainnya.

Memanfaatkan Krisis dan Kelalaian Korban

Lebih lanjut dan detailnya,para peretas mencoba mengambil keuntungan dari krisis yang disebabkan oleh virus corona dengan meluncurkan beberapa aksi phishing dan menciptakan sebuah malware terkait dengan peristiwa pandemi ini.

Namun, dilain sisi ini adalah pertama kalinya kami melihat trojan perbankan mengambil keuntungan dari moment pandemi. Membuat khawatir banyak pihak , dikarenakn "Ginp" adalah trojan yang sangat efektif pergerakannya .

Semakin maraknya aksi kejahatan cyber yang berkedok informasi tentang virus corona, ada baiknya para pengguna untuk selalu berhati-hati saat mengunduh atau mengakses berbagai hal-hal terkait wabah pandemi ini.

Sekian artikel pembahasan tentang peretasan yang dilakukan oleh penjahat cyber yang tidak bertanggung jawab.Semoga bermanfaat bagi para pembaca


0 komentar:

Post a Comment

Translate

RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts