Negara Kepulauan Indonesia selain kaya akan keanekaragaman hayati,suku dan budaya, juga memiliki keindahan alam nusantara yang cukup menakjubkan dimulai dari pantai, laut, gunung, air terjun, serta masih banyak lagi lainnya. Keindahan alam tersebut mempunyai pesona tersendiri dan keistimewaannya masing-masing.

Dari keindahan panorama alam ini, Indonesia memiliki beragam resrt obyek wisata yang cukup banyak di kunjungi oleh para wisatawan lokal maupun domestik. Dan salah satu obyek wisata tersebut bernama obyek wisata Dieng Plateau yang berlokasi di provinsi Jawa Tengah.

Dieng Plateau merupakan sebuah dataran tinggi Dieng yang dihimpit oleh dua Kabupaten bernama Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Obyek wisata Dieng Plateau ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar kota, bahkan sampai ada kunjungan dari turis mancanegara.

Pengunjung yang datang ke dataran tinggi dieng rata-rata berkeinginan menikmati obyek wisata maupun turut andil dalam pelaksanaan tradisi keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat di Dieng. Hawa udara yang sejuk, lahan pertanian yang luas, pegunungan yang memukau, danau yang alami serta budaya (culture) serta kuliner yang menjadi daya tarik kuat bagi para wisatawan.

Sejak zaman dahulu kala Dieng Plateau sudah menjadi destinasi utama untuk berwisata religi untuk para peziarah, selain dikarenakan memiliki nilai histori yang cukup berlimpah, hal ini diperkuat karena Dieng sendiri memiliki jumlah lahan yang begitu luas dan menantang untuk para peniliti. Dieng sendiri mempunyai makna yang cukup unik yaitu berasal dari bahasa Sansekerta diyang atau dihiyang yang diartikan sebuah dataran tinggi yang terbentuk akibat erupsi letusan-letusan gunung berapi di sekitarnya.

Berikut ini beberapa daftar obyek wisata yang berada di Dieng Plateau yang biasanya dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara :

1.   Candi Arjuna

Nama candi ini merupakan kompleks/kumpulan candi terbesar yang berada di Kawasan Dieng, terletak persis terletak di Desa Dieng Kulon , Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dan di dalam kompleks tersebut terdapat sejumlah lima bangunan candi yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Semar, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra.

Biasanya di kalangan para wisatawan mempunyai rutinitas dengan berkunjung ke candi ini pada saat awal bulan Agustus, dikarenakan candi Arjuna sendiri merupakan lokasi diselenggarakannya acara tahunan Dieng yakni bernama Dieng Culture Festival. Para pengunjung sendiri dapat melihat langsung festival budaya Dieng secara lebih mendalam melalui acara tersebut.

     2.   Kawah Sikidang

Menurut informasi dari sejarah, keberadaan kawah Sikidang merupakan kawah yang berasal dari jenis fauna kidang, dan dimana pada hewan tersebut identik dengan kebiasaannya (habit) yang melompat-lompat lincah,gesit dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Dinamakan seperti demikian dikarenakan kawah Sikidang ini terkenal dengan peristiwa yang cukup unik yaitu kolam kawahnya yang dapat berpindah tempat,perulangan peristiwa tersebut biasa terjadi dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun sekali kejadiannya.

Lokasi keberadaan Kawah Sikidang sendiri terletak persis di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur ,Kabupaten Banjarnegara. Di kawasan ini mudah terjangkau karena lokasinya pun berdekatan dengan Candi Arjuna. Dengan harga tiket masuk dilokasi ini yaitu sejumlah Rp15 ribu per orang dan mulai buka secara rutin setiap hari pukul 07.00-16.00 WIB.

     3.   Gunung Prau

Untuk para wisatawan yang mempunyai hobby olahraga naik gunung, destinasi ini sangat cocok sekali untuk dikunjungi. Gunung Prau ini memiliki ketinggian 2.565 meter diatas permukaan laut (mdpl) terletak di perbatasan antara tiga lingkup kabupaten yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Batang.

Pendakian pada Gunung Prau ini dapat dilewati melalui rute track Dieng, Wates, Patak Banteng dan Kalilembu. Dan jalur yang dimiliki oleh Gunung Prau ini cukup mudah ditempuh sehingga dapat dilakukan oleh para pendaki yang baru pertama kali mendaki atau pendaki pemula. Namun disisi lain,harus tetap mematuhi aturan serta prosedur-prosedur yang telah ditetapkan awal oleh pihak pengelola Gunung Prau

4. Bukit Sikunir


Untuk wisatawan yang menyukai panorama keindahan langit di pagi hari, lokasi bukit Sikunir ini cocok sekali untuk dijadikan destinasi wisata favorit.Bukit ini terletak di Desa Sembungan, Kabupaten Wonosobo. Menurut informasi Bukit Sikunir ini memiliki ketinggian kurang lebih 2.300 mdpl dan merupakan alternatif untuk para pendaki yang memang belum dapat atau tidak berkeinginan menaiki Gunung Pra

5Batu Ratapan Angin

           


Pada tempat wisata ini pengunjung dapat menikmati keindahan relief tebing-tebing serta telaga warna yang berwarna hijau. Batu Ratapan Angin ini sendiri terletak di sekitar bukit pada kawasan Dieng Plateau Theatre.

Konon katanya keberadaan dua buah batu besar yang terdapat pada tempat tersebut merupakan efek kutukan dari seorang pangeran yang dikhianati oleh pasangannya, alhasil luapan kemarahan dari sang pangeran tersebut mengakibatkan dia mengutuk sang putri dan juga pihak selingkuhannya. Untuk mengunjungi obyek wisata ini para wisatawan cukup menyiapkan budget sebesar Rp 10 ribu saja per orang.

Bagaimana, apakah para pembaca tertarik untuk berkunjung ke destinasi tersebut ?


Menjalani suatu proses usaha tentunya tidak terlepas dari berbagai faktor serta risiko yang dapat mendera kelangsungan dari proses bisnis kita, dimulai dari faktor yang dapat menimbulkan kerugian skala kecil sampai ke tahap yang dapat berdampak lebih buruk lagi.

Tidak terkecuali apaun bagi kita yang menjalankan metode sistem bisnis reseller, yang merupakan salah satu kategori bisnis online yang banyak digunakan saat ini, dan memiliki peran  andil besar dalam meningkatnya pertumbuhan laju UKM dan wirausaha di Indonesia.

Dikarenakan di dalam bisnis reseller sendiri, kita tidak memerlukan modal ataupun investasi mutlak di dalam memproduksi suatu barang ataupun jasa, yang mana di dalam jenis usaha ini kita akan menghandover produk jadi ataupun jasa dari penyedia / supplier, serta menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi ke pihak pelanggan kita.

Kita juga dapat untuk menjadi reseller tanpa sebuah modal yang tidak mengharuskan kita untuk membeli terlebih dahulu dari pihak penjual, yang dimana hal tersebut tentunya akan dapat lebih memudahkan kita dalam memulai sebuah kegiatan usaha, serta mengurangi dampak risiko kerugian yang kemungkinan terjadi di dalam suatu proses bisnis.

Meskipun demikian,model bisnis seperti ini tetap mengandung risiko tersendiri, terutama apabila kita tidak mempersiapkan perencanaan(planning) serta strategi secara baik yang akan mengakibatkan usaha yang kita miliki mengalami kerugian.

Dan oleh sebab itulah di dalam pembahasan artikel kali ini, kita akan mengulik penjelasan secara menyeluruh mengenai hal apa saja kerugian yang mungkin akan dialami dalam menjalankan bisnis reseller, serta bagaimana langkah-langkah serta cara sukses menjadi seorang reseller tanpa menggunakan modal supaya kita tidak salah langkah pada saat menjalankannya.

Definisi Reseller

Secara definisi luas, reseller adalah seseorang yang menjual kembali suatu produk ataupun jasa kepada orang lain, sehingga di dalam metode bisnis ini tidak terdapat proses kegiatan produksi.

Pihak reseller sendiri umumnya hanya menyetok barang dalam kuantitas tertentu yang biasanya akan mendapatkan diskon dari pihak penyedia produk (supplier), dan menjualnya tentunya kepada calon pelanggan mereka dengan harga yang ditetapkan sendiri dari reseller tersebut.

Faktor Penyebab Bisnis Reseller Kita Gagal

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerugian serta momen kegagalan di dalam bisnis reseller yang kita jalankan, dan banyak dialami sekali oleh mereka yang menjalankan metode bisnis ini.

Beberapa faktor-faktor yang menjadi penyebab bisnis reseller kita belum meraih kejayaan antara lain yaitu sebagai berikut:

1.    Memilih pihak supplier yang tidak professional atau bisa juga tidak dapat menjaga kualitas suatu produk, yang akan mengakibatkan kita akan sering berhadapan dengan komplain dari pihak pelanggan ataupun permintaan pengembalian barang (retur),

2.    Tidak memiliki varian alternatif pilihan supplier, sehingga apabila terjadi suatu permasalahan maka kita tidak bisa ataupun tidak mengetahui bagaimana menggantinya dengan pihak yang lainnya,

3.    Melakukan sebuah kesalahan umum dalam mengelola roda bisnis, seperti misalnya tidak melakukan manajemen keuangan yang benar, menyusun strategi pemasaran produk serta penjualan yang matang, dan lain sebagainya,

4.    Produk maupun jasa yang kita jual tidak terlalu banyak diminati oleh pangsa pasar,

5.    Kesalahan dalam memilih media penjualan maupun pemasaran, yang tidak sesuai dengan market pelanggan yang kita incar,

6.    Kurangnya dalam hal mempromosikan bisnis kita baik secara online maupun offline,

7.    Tidak memperhitungkan secara detail rincian harga jual dari para kompetitor,

8.    Harga dari pihak supplier terlalu mahal dan tinggi,

9.    Lambat dalam merespons orderan ataupun menjawab seputar pertanyaan dari calon pelanggan.

10. Apabila salah satu ataupun beberapa dari faktor pernyataan diatas kita alami, maka alangkah baiknya kita sudah mulai untuk mempertimbangkan kembali serta membenahi terkait masalah-masalah tersebut sehingga dapat segera diatasi sebelum semuanya terlambat.

Panduan serta Cara menjadi Reseller Tanpa Modal yang Efektif

Selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara menjadi seorang reseller tanpa modal yang efektif dan tentunya menguntungkan untuk kita jalankan, sehingga kita dapat semakin mengembangkan roda usaha tanpa perlu khawatir mengalami suatu kerugian.

1. Menentukan jenis produk ataupun jasa yang akan dijual

Langkah pertama yang paling krusial adalah pada saat menentukan sebuah produk atau jasa yang ingin kita jual dengan menggunakan metode reseller ini tentunya, karena kesalahan pada tahapan ini akan dapat mengakibatkan resiko kerugian di kedepannya.

Dalam menentukan produk ataupun jasa yang ingin kita jual, tentunya kita harus mempertimbangkan beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

·         Tingkat permintaan dari sebuah produk ataupun jasa tersebut di lokasi yang ingin kita tuju,

·         Memprediksi trend dari suatu barang maupun jasa, bisa jadi pada saat ini belum diminati secara luas namun pada masa mendatang akan sangat dicari dan banyak dibutuhkan,

·         Pengetahuan kita akan informasi terkait produk/jasa tersebut,

Sangat tidak disarankan dalam menjual barang ataupun jasa yang kita sendiri kurang memahami seluk beluknya, karena kedepannya akan dapat menyulitkan diri kita sendiri apabila ada sebuah komplain dari pelanggan di kedepannya, ataupun apabila ada kendala teknis yang terjadi serta dialami oleh mereka yang membeli dari kita.

Kemudian kita sebaiknya juga tidak menjual sebuah produk yang belum diketahui seberapa besar kapasitas peminatnya, terutama apabila kita harus menyetok produk tersebut dalam kauntitas besar yang tentunya akan membutuhkan lebih banyak jumlah modal yang dikeluarkan di awal.

Cara paling umum yang digunakan dalam menentukan kualitas produk atau jasa apa yang sebaiknya untuk kita jual yaitu dengan melihat bagaimana performa penjualan dari para penjual yang sudah terlebih dahulu menjual produk ataupun jasa tersebut.

2. Mencari pihak supplier yang terpercaya

Langkah kedua yang harus kita lakukan adalah mencari supplier yang tepat atas produk atau jasa yang ingin kita jual di pangsa pasar, karena faktor utama di dalam metode reseller ini merupakan salah satu faktor yang paling krusial untuk diperhatikan.

Karena tentunya kita tidak ingin mengorder barang ataupun jasa dari supplier yang kualitasnya mutunya tidak terjamin atau diragukan tentunya, serta belum memiliki layanan purna jual yang bagus atau pelayanan pelanggan yang berkualitas.

3. Menentukan ukuran margin harga jual

Kedua, kita juga harus menentukan patokan berapa harga jual yang akan kita terapkan pada produk atau jasa yang ingin dijual di pasar, yang pada tentunya akan sangat tergantung dari berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

Beberapa faktor-faktor tersebut antara lain seperti berapa harga jual yang telah ditetapkan oleh para kompetitor, berapa range harga yang akan dibayarkan calon pelanggan atas kualitas produk dan jasa tersebut, dan lain sebagainya.

4. Menentukan lokasi penjualan produk dan jasa

Yang dimaksud dengan lokasi di sini bukan hanya berarti lokasi fisik saja, namun bisa juga lokasi di dunia maya alias online, seperti menjual melalui platform e-commerce marketplace (Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dsb), membuat sebuah website toko online milik kita sendiri, ataupun melalui media sosial seperti facebook dan Instagram.

Tidak semua produk ataupun jasa laku dapat dijual secara online, namun ada beberapa yang justru sangat dicari melalui media online, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan bagaimana penjualan dari produk/jasa yang kita tuju lebih banyak terjadi di mana.

Misalnya barang produksi untuk konsumsi harian (daily life) seperti misalnya sabun, shampoo, dan lain sebagainya, dan pada saat masih lebih banyak yang dicari secara mode offline sebutan lainnya kebanyakan pembeli (buyer) akan membeli kategori produk-produk tersebut di tempat warung ataupun toko terdekat dari lokasi kita tinggal.

Pada umumnya produk yang lebih laris dan dicari secara online merupakan produk-produk yang lokasi penjualan offline nya dalam situasi terbatas, dan jikalau terdapat harganya akan menjadi lebih mahal, seperti misalnya spare-part pada komputer, gadget, dan lain sebagainya.

5. Menjual jenis produk maupun jasa

Untuk kita yang menginginkan memulai bisnis reseller tanpa adanya modal, kita tentunya harus mencari pihak supplier yang dapat bermitra dengan kita untuk menyuplai produk ataupun jasa terlebih dahulu tanpa menerima sebuah pembayaran sejumlah uang.

Kemudian apabila kita tidak menemukan pihak supplier yang  melakukan hal tersebut, berarti kita harus mencari supplier berkualitas, dan untuk menjual produk atau jasa mereka kepada pelanggan dengan sistem pembayaran penuh di muka.

Beberapa supplier produk maupun jasa juga memiliki program khusus reseller yang dapat kita coba, ataupun mengikuti sebuah program afiliasi yang mereka selenggarakan, walaupun dengan model demikian kita akan kesulitan membangun brand personal kita sendiri.

6. Promosi produk atau jasa yang akan kita jual

Tentunya selain dengan membuka toko baik secara mode offline maupun online, kita juga harus memasarkan produk maupun jasa yang kita jual tersebut dengan menerapkan strategi pemasaran serta promosi yang tepat dan sesuai dengan target pelanggan yang diinginkan.

Metode pemasaran yang dapat dilakukan tanpa adanya modal ada beberapa cara, misalnya mempromosikan produk dari mulut-ke-mulut (mouth by mouth), memasarkan pada forum-forum (komunitas) online, menawarkan kepada teman-teman kita di media sosial, mengirimkan permohonan email penawaran ke calon pelanggan yang kita ketahui alamat emailnya, broadcast di grup Whatsapp, dan banyak lagi yang bisa kita lakukan kedepan.

Apabila kita berkeinginan mengeluarkan sedikit budget, kita juga dapat memasang ads pada sosial media seperti Facebook, Instagram, Google, ataupun mengunakan fitur-fitur iklan pada marketplace(e-commerce) tempat kita menawarkan produk ataupun jasa tersebut.

Apabila kita menjual melalui media website, metode gratisan yang bisa kita coba yaitu dengan membuat artikel-artikel yang berkaitan dengan produk ataupun jasa yang kita jual dalam kuantitas banyak, agar nanti kedepannya artikel tersebut akan muncul di hasil pencarian mesin pencari Google dan meningkatkan kesempatan produk ataupun jasa yang kita jual akan dilihat oleh mereka yang mengunjungi website kita untuk membaca artikel tujuannya.

Kesimpulan

Menjalankan roda bisnis mode reseller tidak selamanya selalu membutuhkan pengeluaran (spending) modal yang besar, dan bahkan terkadang disisi lain tidak memerlukan modal sama sekali, bergantung pada keberhasilan kita dalam menjalin mitra dengan supplier yang worth dan komitmen kepada kita.

Dalam manajemen pengelolaannya adanya metode reseller tidak berbeda jauh dari bisnis ataupun usaha pada umumnya, yang memerlukan tahap-tahap perencanaan dan perumusan strategi marketing dan penjualan yang intensif  serta tepat sasaran.

Semoga pembahasan yang penulis berikan mengenai tata cara menjadi reseller tanpa modal pada kesempatan kali ini akan dapat membantu kita dalam memulai bisnis reseller ataupun semakin meningkatkan trafik penjualan dari model bisnis yang sudah berjalan sehingga toko kita dapat semakin dikenal oleh public secara luas.


Cara Menggunkan platform Google Classroom Tanpa Media Internet

Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas secara detail tentang bagaimana cara memulai menggunakan aplikasi bernama “Google Classroom”. Aplikasi telekonferensi video ini tergolong populer belakangan ini selain Zoom yang dapat digunakan saat kegiatan belajar mengajar kembali bergulir di tahun ajaran baru ini.

Seperti yang telah diketahui, pandemi Covid-19 yang masih merebak menyebabkan sebagian besar kegiatan belajar dan mengajar belum dapat untuk dilakukan secara tatap muka langsung. "Tergantung dari pihak gurunya, ada yang menggunakan Zoom namun terdapat juga yang menggunakan GCR," tutur Gemilang, pelajar SMP di Tangerang Selatan, yang merujuk GCR sebagai Google Classroom. 

Aplikasi Google Classroom sendiri digunakan karena menawarkan kemampuan lebih untuk dapat sekaligus membantu para guru untuk mengelola tugas-tugas kelas, menilai hasil akhir, serta memberikan saran dan masukan untuk para siswa. Google memberikan panduan atau langkah-langkah untuk memulai menggunakan Classroom dalam Google Blog.

Berikut dibawah ini beberapa detail panduan untuk “Google Classroom” akan kita ulas satu persatu , 

1. Memiliki Akun G Suite for Education

Pengajar(guru) dan para siswa memerlukan akun G Suite for Education untuk dapat menggunakan aplikasi Google Classroom,seorang administrator G Suite harus menyiapkan sebuah akun khusus untuk sekolah apabila diperlukan. Meskipun semua individu yang mempunyai akun Gmail dapat membuat Google Classroom, pengguna diharuskan menggunakan akun G Suite for Education apabila menggunakan Google Classroom untuk keperluan sekolah.


Dengan menggunakan akun G Suite for Education, sekolah dapat memutuskan layanan pada Google apa saja yang dapat dipakai oleh para siswa mereka. Akun G Suite for Education ternyata telah menyediakan fitur perlindungan unggulan berupa privasi dan keamanan (security) tambahan yang cukup penting dalam lingkungan sekolah, disisi lain juga dapat mendapatkan aplikasi Classroom pada perangkat platform Android, iOS, dan Chrome OS.

 

2. Membuat kelas khusus

Google Classroom merupakan ruang belajar tempat bagi para siswa untuk menerima tugas serta membaca pengumuman. Langkahnya cukup sederhana yaitu cukup dengan membuka classroom.google.com untuk memulai sehingga dipastikan para pengguna akan dapat segera menjalankan kelas dalam waktu singkat.


3. Mengundang siswa dan wali ke kelas

Para pengguna harus mengundang para siswa dan wali kelas supaya mereka dapat mendaftarkan diri. pada tahapan ini bisa dilakukan melalui undangan email ataupun kode.


4. Menyiapkan sistem dan kategori nilai

Para pengguna dapat memilih sistem penilaian dari aspek 'Poin Total' atau 'Bobot Nilai Berdasarkan Kategori', serta perhitungan nilainya akan segera dilakukan. Dengan kategori nilai,para pengguna dapat mengklasifikasikan tugas kelas, seperti esai,uraian,pekerjaan rumah, dan ujian.


Jika tidak berkeinginan memakai sistem penilaian, para pengguna dapat memilih 'Tanpa Nilai Keseluruhan' sehingga tidak akan ada hasil akhir dari penilaian. Meskipun tidak menetapkan sistem penilaian,para pengguna masih dapat menggunakan Google Classroom untuk membagikan hasil materi dan berkomunikasi dengan siswa tentunya.

 

5. Membuat tugas berdasarkan topik bahasan

Para pengguna dapat mengupload tugas ke beberapa jumlah kelas sekaligus atau ke masing-masing siswa. Juga dapat memberikan masukan tersendiri untuk tugas, menilai serta mengembalikan tugas, serta menggunakan ulang tugas. Selain itu, para pengguna juga dapat menambahkan pertanyaan pada halaman Classroom sebagai langkah cepat dan mudah untuk absensi harian.


6. Membuat agenda kuis

Dalam platform Google Classroom,para pengguna dapat membuat kuis sesuai kriteria , mengimpor nilai-nilai kuis, serta memberikan nilai akhir ke siswa yang bersangkutan.


7. Membuat Kelas Online live

Dengan adanya fitur kelas online live ini dapat membuat para siswa tetap tertarik serta menumbuhkan rasa saling terlibat dalam kebersamaan melalui telekonferensi video menggunakan aplikasi Google Meet langsung dari platform Google Classroom. Dari sisi pengguna juga dapat menyiapkan jam konsultasi secara digital.


5 Tata Cara Untuk Membangun Generasi Milenial

Generasi Millenial adalah generasi terbesar yang berada di dunia kerja pada saat ini, sehingga hal itu berarti kita membutuhkan produktivitas mereka untuk dapat bekerja pada perusahaan kita untuk dikelola sepenuhnya dan dapat beroperasi pada jumlah kapasitas.

Sementara untuk generasi ini telah terlibat secara penuh dengan stereotip negatif yang secaa adil,dan pada kenyataannya generasi millennial ini sama-sama memiliki dorongan dari dalam diri mereka untuk terus bekerja – dan bekerja dengan secara baik – seperti pada generasi sebelumnya. Pada diri mereka memiliki reputasi untuk hopping dalam hal pekerjaan, namun hal demikian bukan karena mereka malas ataupun acuh tak acuh. Bukan sama sekali, sebenarnya generasi milenial hanya mencari peran dan perusahaan yang sesuai dengan kriteria mereka, nilai-nilai (value) mereka, serta gaya hidup mereka.

Jadi kiat-kiat apa yang diperlukan dalam mempertahankan eksistensi generasi milenial di pangsa pasar kerja yang super kompetitif pada saat ini? Berikut ini merupakan beberapa metode yang digunakan untuk menjaga agar peran dan fungsi karyawan millenial tetap termotivasi dan terlibat secara penuh dalam manajemen perusahaan:

 

Memberikan Generasi Millenial Tujuan

Menurut sebuah studi riset yang dilakukan oleh People Insight, tujuan perusahaan yaitu alasan utama kuat mengapa para karyawan tetap bertahan (survive) dengan perusahaan mereka dalam jangka waktu yang lama.

Generasi milenial bukan hanya menginginkan pekerjaan untuk membayar jumlah tagihan. Namun disisi lain mereka menginginkan bekerja untuk perusahaan yang mereka percayai. Mereka pada dasarnya ingin berbagi sebuah nilai, etika, dan misi majikan mereka. Dan faktor yang paling penting, mereka perlu akan memahami bagaimana peran mereka dalam memajukan visi dan misi perusahaan.

Alec Sammon, divisi kepala petugas teknologi di Mangahigh, menyetujui bahwa tujuan adalah alat kunci untuk memotivasi kalangan milenial: “[Generasi Milenial] ingin merasa dihargai tentang apa yang mereka lakukan dan bahwa mereka menciptakan sebuah nilai-nilai baru. Serta etika dari pekerjaan yang mereka lakukan, dan bagaimana itu mereka berkontribusi pada dunia, merupakan hal yang sangat penting. “

Renae Shaw,kepala bagian SDM pada Laboratorium Pencarian, menambahkan bahwa: “Generasi Millenial menginginkan sebuah inspirasi dan merasa seperti milik mereka sendiri. Ini diartikan bekerja untuk perusahaan dengan beberapa tujuan dan nilai-nilai yang dapat mereka hubungkan. ”

 

Membayar Secara Kompetitif

Sementara banyak sekali pemimpin yang berargumentasi bahwa keberadaan uang tidak termasuk dalam daftar skala prioritas rata-rata generasi milenial. Dan pada kenyataanya adalah tentu saja di kalangan generasi millenial peduli dengan adanya uang, karena mereka membutuhkannya tentu saja untuk bertahan hidup. Terdapat aspek pekerjaan lain yang vital untuk mereka – dan mungkin lebih penting untuk tujuan jangka panjang. Generasi milenial sendiri benar-benar peduli tentang besarnya nominal gaji mereka yang mereka miliki.

Dan fakta di lapangan, banyak sekali generasi millennial menderita kecemasan hal finansial, serta penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran bab uang ini mempengaruhi kinerja perfroma mereka. Sehingga disisi lain, kita tidak perlu heran apabila karyawan milenial kita terjun ke perusahaan rival yang menawarkan benefit lebih baik lagi.Dan untuk menghindari ini, kita cukup memastikan untuk membayar generasi milenial secara lebih kompetitif – atau setidaknya, secara adil.

 

Bersifat  Jujur, Terbuka, dan Transparan

Salah satu cara yang ampuh untuk mengusir generasi milenial dari perusahaan kita adalah dengan memasang sebuah tembok serta memutuskan komunikasi secara sepihak. Generasi millenial berinvestasi banyak pada tempat kerja mereka sendiri, dan mereka meinginginkan perusahaan mereka membalas kepercayaan,loyalitas dan dedikasi ini.Kita dapat melakukannya dengan cara memprioritaskan transparansi di tempat kerja tentunya.

Karyawan milenial tidak perlu untuk dilindungi, dan informasi tentu saja tidak boleh asal diungkapkan berdasarkan kebutuhan untuk tahu saja. Sebaiknya jujurlah dengan karyawan kita; melibatkan peran dan fungsi mereka dengan apa yang sedang terjadi didalam perusahaan. Sebuah perusahaan yang baik akan menjaga keberadaan karyawannya untuk tidak bisa terkejut apabila karyawan yang sama menjadi bersifat apatis dan mulai mencari sesuatu yang lebih baik kedepan.

 

Menawarkan Peluang untuk Maju

Karyawan generasi milenial biasanya adalah karyawan yang paling banyak mempunyai bakat, mereka tidak serta merta mudah puas untuk diam dalam jangka waktu lama. Jangan membiarkan mereka berdiam pada posisi yang sama dari tahun ke tahun. Sebaiknya memberikan mereka peluang serta kesempatan untuk maju serta berkembang – ataupun mereka akan mencari peluang untuk pertumbuhan yang lebih baik di tempat lain.

“Memberikan ruang  dan waktu kepada karyawan untuk tumbuh dan berkembang di sektor bisnis kita merupakan motivator yang sangat besar,” kata Fontana. “Apabila individu dapat melihat sebuah jalan menuju kemajuan, sehingga mereka secara penuh memiliki tekad yang melekat untuk bekerja keras dan bergerak selangkah lebih maju dalam hal bisnis.”

 

Memberikan Umpan Balik (Feedback)

Pada hari ini,tentang ulasan kinerja jangka waktu tahunan tidak memberikan kesempatan yang cukup untuk umpan balik yang cukup berarti. Pada dasarnya generasi milenial berkeinginan untuk membangun hubungan nyata dan sehat dengan manajer di lingkungan mereka. Mereka menginginkan transparansi tentang apa yang mereka lakukan secara benar dan bagaimana mereka dapat terlibat secara penuh dalam meningkatkan, dan serta mereka menginginkan umpan balik ini disampaikan secara teratur dan tepat pada waktu.

Untuk memberikan sebuah umpan balik yang sering mereka inginkan kepada generasi Millenial, Pihak Direktur Pelaksana Plume Kaine Shutler menjelaskan perusahaan mengadakan pertemuan individu mingguan secara, atau “WIM,” di mana setiap elemen karyawan menetapkan lingkup semua tugas yang perlu mereka selesaikan dalam waktu minggu mendatang.


Beberapa orang pada saat ini tengah memindahkan pola hidup kebiasaannya dalam mengakses berbagai macam informasi. Namun pada kenyataannya google masih menjadi prioritas utama, namun platform Youtube saat ini pun sudah berubah menjadi mesin pencari (search engine) yang banyak digemari kawula millennial saat ini.

Selain pencarian pada platform Youtube lebih spesifik dan berupa gambar bergerak (screen saver) ataupun video, kehadiran akses internet yang semakin mudah dan efisien juga merubah gaya hidup netizen dalam memakai teknologi. Tidak mengherankan apabila pengakses Youtube di Indonesia lebih mendominasi daripada situs Wikipedia.

Dalam data rangking Alexa, Youtube juga menempati kursi yang strategis sebagai situs populer di Indonesia. Bahkan menurut beberapa sumber di lapangan sudah mengalahkan situs Yahoo,sebuah platform mesin pencari saingan Google. Youtube berada pada posisi keempat dibawah ranking dari Facebook dan Google pada posisi satu dan dua (Google.com dan .co.id).

Ketenaran platform youtube juga mengiringi banyak Youtuber lain lahir di Indonesia.  Mereka memproduksi sejumlah konten video menarik kemudian membuatnya banyak ditonton banyak orang. Income besar pun akan menunggu di depan mata. Sudah banyak sekali yang merasakan hal serupa, salah satunya contohnya adalah Raditya Dika.

Karena posisinya yang sudah setara dengan Google, alhasil Youtube sudah dapat dianalisa dengan baik. Untuk pihak yang betul-betul menjadikan platform Youtube sebagai ladang dalam menghasilkan pundi-pundi uang, maka perlu juga dalam mengetahui kata kunci (keyword)  apa yang paling banyak diminati dan dicari pada platform Youtube.

Apabila tutorial cara mengetahui kata kunci (keyword) yang paling banyak untuk dicari di mesin pencari Google dan pasti sudah banyak sekali dibuat oleh blogger-blogger lain, namun khusus platform Youtube mungkin baru segelintir saja. Sebenarnya, langkah yang ditempuh hampir sama dengan cara-cara mengetahui kata terpopuler di Google.

 Untuk lebih selengkapnya,alangkah baiknya melihat langkah-langkah dibawah ini :

·         Untuk langkah pertama-tama membuka halaman Google.co.id/trends ataupun dapat juga   klik disini.

 

·        Setelah semuanya terbuka, akan muncul halaman seperti berikut ini. Dan pada bagian Explore, terdapat empat pilihan yang telah disediakan. Terdapat Country (pilihlah region Indonesia), ada menu Time (pilih sasaran zona waktu yang akan diteliti), ada menu Category (bisa untuk memilih semuanya atau lebih ke spesifik satu topik ) dan terakhir terdapat Group. Pada Group inilah kita bisa memilih fitur Youtube Search. Pada bagian ini lima hal yang dapat digunakan.



      Dan hasilnya akan muncul dibawah secara lengkap dengan data-data hasil pencarian. Sehingga muncul kumpulan data ritme pencarian serta kata-kata dan macam macam tema apa saja yang paling banyak dicari. Seperti layaknya contoh dibawah ini, untuk kategori Pets & Animals di Indonesia sepanjang tahun 2015. Kata kunci (keyword)  yang paling banyak dicari di Youtube yaitu "Begal". Hasilnya lucu  juga, dikarenakan begal dianggap sebuah binatang.

     

     Baiklah untuk selanjutnya,silahkan bereksperimen sendiri-sendiri sesuai gaya masing-masing. Pada bagian ini ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan dan dijadikan informasi data untuk membuat konten yang lebih menarik tentunya. Dengan mengetahui kata populer pada platform Youtube, kita juga dapat menyusun strategi pengembangan yang lebih mumpuni.


5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk 


Millenial merupakan  generasi yang lahir di antara tahun 1981 dan 1997, yang terdiri dari orang-orang yang cerdas secara teknologi serta inovatif, namun seringkali tindakan mereka terlalu berhati-hati.

 

Pada saat ini generasi millenial menjadi sebuah kandidat calon konsumen yang paling mendongkrak peranan vital dalam pertumbuhan sektor ekonomi, sehingga  sebagai seorang pelaku penggerak dunia pebisnis, wajib sekali untuk kita untuk memahami karakter dan perspektif generasi ini secara lebih mendalam.

 

Dalam menelusurinya, berikut ini merupakan 5 hal yang perlu menjadi perhatian para generasi millenial ini disaat membuat keputusan pembelian suatu produk:


1.   Rekomendasi dari kalangan teman ataupun internet


5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk

 

Disaat sebuah merk (brand) ataupun perusahaan membuat komunitas online dimana kondisi konsumen yang berpikiran serupa dapat berbagi pemikirannya tentang jenis sebuah produk ataupun layanan perusahaan, maka kalangan generasi millenial lebih cenderung menjadi penggemar dari produk yang ditawarkan tersebut.

Contohnya saja adalah iPhone,secara sadar ataupun tidak keputusan kita dalam membeli iPhone pasti sedikit banyak merupakan keputusan yang dipengaruhi oleh orang disekitar kita.

Teman kita mungkin telah menjadi pengguna brand tersebut, ataupun teman kita telah merekomendasikannya sebelum keputusan pembelian dibuat oleh kita.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya :

Meningkatkan percakapan secara nyata di antara pelanggan kita dan dorongan ulasan publik terhadap kualitas produk serta layanan kita.

Mempermudah generasi millenial untuk berbagi dengan teman di lingkungan mereka disaat mereka memilih merek(brand) kita, mendukung dan dorong ulasan eksternal dari situs lain, baik oleh para pengguna forum blogger ataupun anonim.

2. Penganggaran Merupakan Jalan Hidup

5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk

Generasi Millenial pada saat ini sangat ketat dengan anggaran(budget) yang dimiliki berkaitan dengan gaya hidup mereka yang sangat berbeda mencolok dengan generasi-generasi sebelumnya.

Millenial mempunyai pola hidup bersifat konsumtif, namun ternyata mereka berusaha untuk bersifat konsumtif dengan cara yang lebih bijak, salah satunya melalui tindakan cicilan.

Apabila bisnis kita menawarkan jenis produk ataupun jasa dalam bentuk nominal yang cukup besar, cobalah untuk berinovasi dalam metode pembayaran. Untuk kedepannya memberikan mereka kemudahan dalam metode pembayaran yang tidak memberatkan.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya :

Menciptakan inovasi dengan cara pembayaran yang simple dan efisien, contohnya: Kita dapat bekerja sama (joint venture) dengan bank untuk memberikan cicilan dalam jangka waktu 6 sampai 12 bulan tanpa harus terkena potongan bunga. Biasanya program bunga sebesar 0% akan sangat menarik untuk kaum millenial.

3. Menilai dari Semua Sudut Pandang

5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk

Generasi Millennial menimbang nimbang sebuah produk ataupun jasa terhadap nilai-nilai pada diri mereka sendiri. Dengan demikian, merk yang setara dengan penyebab gejala sosial adalah faktor penarik perhatian terbesar.

Contoh hal yang bagus merupakan Toms Shoes,sebuah perusahaan alas kaki yang mendonasikan sepasang sepatu untuk setiap pasang sepatu yang akan dibeli oleh para konsumen.

Pada akhirnya jenis komitmen ini harus bersikap jujur supaya memiliki efek positif yang berkelanjutan. Ataupun brand starbucks yang mengangkat sebuah tema peduli kanker payudara, dan melalui setiap produk Starbucks pink yang dibeli oleh calon konsumen.

Nilai-nilai yang diangkat oleh pihak perusahaan ternyata sangat memegang peranan vital dalam mempengaruhi keputusan pembelian di kalangan para millenial.

Pada kenyataanya generasi ini cenderung tidak berkeinginan untuk membeli apabila nilai-nilai intern yang dianut perusahaan tidak sesuai seleranya.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya :

Identifikasi nilai-nilai perusahaan kita, menyelaraskan dengan millennial serta mensejajarkan produk kita dengan mereka. mencari cara alternatif untuk mendukung kebaikan bersama – baik pada lingkup komunitas kita ataupun di seluruh dunia.

Menciptakan cara yang unik bersumber secara autentik dari nilai(value) kita sendiri. Mengizinkan para pelanggan untuk terlibat dalam pengembangan usaha ini dan meminta umpan balik (feedback) dari mereka.

4.Mengeksposur secara konstan terhadap Media Sosial

5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk

Penelitian mengungkapkan bahwa sebesar 81% generasi millennial yang berada pada platform Facebook, memiliki jumlah rata-rata 250 teman. Mereka juga mempunyai habit untuk memeriksa perangkat mobile dengan rata-rata 43 kali dalam sehari.

Dan sementara itu platform lain juga sedang mengejar akan ketertinggalannya, pada saat ini terdapat platform Twitter yang memberi Millennial sebuah panggung pertunjukan untuk berbagi testimoni kepuasan atau ketidakpuasan mereka.

Bahkan Snapchat dan Instastory,sebuah aplikasi yang didevelopment untuk berbagi pesan gambar, telah menjadi cara paling populer tingkat ketiga untuk konsumen geneasi millennial untuk saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya :

Jangan menggunakan platform media sosial tanpa terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan dan sasaran yang dapat membantu kita untuk mencapainya.

Seperti semua saluran media komunikasi, jadilah autentik dan mendorong percakapan pada platform di media sosial. Bersedialah untuk mencoba bentuk baru media sosial (seperti misalnya Snapchat) apabila sesuai dengan para audiens serta sasaran perusahaan kita.

5. Membuat Inovasi Dengan Orientasi yang Jelas

5 Tips danTrik Merangkul Generasi Millenial dalam Membeli Produk

Pada saat ini generasi millennial mungkin lebih berfokus pada aktualisasi diri yaitu dengan mencoba sesuatu hal yang baru, disisi lain mereka tidak akan menjadi pelanggan setia kecuali jika barang tersebut memberikan nilai(value) yang sangat penting dalam hidupnya.

Sebuah perusahaan yang meluncurkan produk terbaru demi sebuah inovasi tidak ada gunanya. Mereka perlu memastikan kembali bahwa inovasi tersebut apakah benar-benar membuat hidup generasi millennial menjadi lebih mudah atau menciptakan lebih banyak lagi kesenangan kepadanya. Hanya dengan pendekatan-pendekatan (approach) itulah yang akan membantu kita dalam mendapatkan loyalitas dari kaum generasi millenial.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya :

Sebelum mengeksekusi ke dalam instrumen investasi ke dalam fitur maupun produk baru yang inovatif, tanyakan kepada diri sendiri apakah itu menambah nilai(value) pada pengalaman pelanggan kita?

Apabila memungkinkan, gunakan langkah inovasi untuk membuat daur hidup pelanggan kita lebih mudah, bukan hanya berfokus pada sesuatu yang mencolok untuk dibahas kedepannya.

Sehingga, pastikan proses bisnis kita menerapkan 5 tips langkah diatas untuk mendapat perhatian secara lebih dari kalangan generasi millenial secara maksimal.Saat kita menerapkan kelima tips langkah tersebut, dan generasi ini tentunya akan mulai untuk mempertimbangkan keputusan dalam setiap pembeliannya lagi.

Namun alangkah baiknya, pastikan kita telah siap dalam segala hal yang akan terjadi, baik itu dalam upaya kuantitas penyediaan barang, inovasi kualitas produk, serta hal-hal lainnya berkaitan dengan biaya operasional.

Apabila kemudian kita membutuhkan pendanaan dalam proses inovasi, pengembangan model bisnis, ataupun hal-hal lain yang berkaitan faktor pendukung kemajuan dari bisnis kita, jangan sungakn untuk mengajukan pinjaman.

 



RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts