5 Tata Cara Untuk Membangun Generasi Milenial

Generasi Millenial adalah generasi terbesar yang berada di dunia kerja pada saat ini, sehingga hal itu berarti kita membutuhkan produktivitas mereka untuk dapat bekerja pada perusahaan kita untuk dikelola sepenuhnya dan dapat beroperasi pada jumlah kapasitas.

Sementara untuk generasi ini telah terlibat secara penuh dengan stereotip negatif yang secaa adil,dan pada kenyataannya generasi millennial ini sama-sama memiliki dorongan dari dalam diri mereka untuk terus bekerja – dan bekerja dengan secara baik – seperti pada generasi sebelumnya. Pada diri mereka memiliki reputasi untuk hopping dalam hal pekerjaan, namun hal demikian bukan karena mereka malas ataupun acuh tak acuh. Bukan sama sekali, sebenarnya generasi milenial hanya mencari peran dan perusahaan yang sesuai dengan kriteria mereka, nilai-nilai (value) mereka, serta gaya hidup mereka.

Jadi kiat-kiat apa yang diperlukan dalam mempertahankan eksistensi generasi milenial di pangsa pasar kerja yang super kompetitif pada saat ini? Berikut ini merupakan beberapa metode yang digunakan untuk menjaga agar peran dan fungsi karyawan millenial tetap termotivasi dan terlibat secara penuh dalam manajemen perusahaan:

 

Memberikan Generasi Millenial Tujuan

Menurut sebuah studi riset yang dilakukan oleh People Insight, tujuan perusahaan yaitu alasan utama kuat mengapa para karyawan tetap bertahan (survive) dengan perusahaan mereka dalam jangka waktu yang lama.

Generasi milenial bukan hanya menginginkan pekerjaan untuk membayar jumlah tagihan. Namun disisi lain mereka menginginkan bekerja untuk perusahaan yang mereka percayai. Mereka pada dasarnya ingin berbagi sebuah nilai, etika, dan misi majikan mereka. Dan faktor yang paling penting, mereka perlu akan memahami bagaimana peran mereka dalam memajukan visi dan misi perusahaan.

Alec Sammon, divisi kepala petugas teknologi di Mangahigh, menyetujui bahwa tujuan adalah alat kunci untuk memotivasi kalangan milenial: “[Generasi Milenial] ingin merasa dihargai tentang apa yang mereka lakukan dan bahwa mereka menciptakan sebuah nilai-nilai baru. Serta etika dari pekerjaan yang mereka lakukan, dan bagaimana itu mereka berkontribusi pada dunia, merupakan hal yang sangat penting. “

Renae Shaw,kepala bagian SDM pada Laboratorium Pencarian, menambahkan bahwa: “Generasi Millenial menginginkan sebuah inspirasi dan merasa seperti milik mereka sendiri. Ini diartikan bekerja untuk perusahaan dengan beberapa tujuan dan nilai-nilai yang dapat mereka hubungkan. ”

 

Membayar Secara Kompetitif

Sementara banyak sekali pemimpin yang berargumentasi bahwa keberadaan uang tidak termasuk dalam daftar skala prioritas rata-rata generasi milenial. Dan pada kenyataanya adalah tentu saja di kalangan generasi millenial peduli dengan adanya uang, karena mereka membutuhkannya tentu saja untuk bertahan hidup. Terdapat aspek pekerjaan lain yang vital untuk mereka – dan mungkin lebih penting untuk tujuan jangka panjang. Generasi milenial sendiri benar-benar peduli tentang besarnya nominal gaji mereka yang mereka miliki.

Dan fakta di lapangan, banyak sekali generasi millennial menderita kecemasan hal finansial, serta penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran bab uang ini mempengaruhi kinerja perfroma mereka. Sehingga disisi lain, kita tidak perlu heran apabila karyawan milenial kita terjun ke perusahaan rival yang menawarkan benefit lebih baik lagi.Dan untuk menghindari ini, kita cukup memastikan untuk membayar generasi milenial secara lebih kompetitif – atau setidaknya, secara adil.

 

Bersifat  Jujur, Terbuka, dan Transparan

Salah satu cara yang ampuh untuk mengusir generasi milenial dari perusahaan kita adalah dengan memasang sebuah tembok serta memutuskan komunikasi secara sepihak. Generasi millenial berinvestasi banyak pada tempat kerja mereka sendiri, dan mereka meinginginkan perusahaan mereka membalas kepercayaan,loyalitas dan dedikasi ini.Kita dapat melakukannya dengan cara memprioritaskan transparansi di tempat kerja tentunya.

Karyawan milenial tidak perlu untuk dilindungi, dan informasi tentu saja tidak boleh asal diungkapkan berdasarkan kebutuhan untuk tahu saja. Sebaiknya jujurlah dengan karyawan kita; melibatkan peran dan fungsi mereka dengan apa yang sedang terjadi didalam perusahaan. Sebuah perusahaan yang baik akan menjaga keberadaan karyawannya untuk tidak bisa terkejut apabila karyawan yang sama menjadi bersifat apatis dan mulai mencari sesuatu yang lebih baik kedepan.

 

Menawarkan Peluang untuk Maju

Karyawan generasi milenial biasanya adalah karyawan yang paling banyak mempunyai bakat, mereka tidak serta merta mudah puas untuk diam dalam jangka waktu lama. Jangan membiarkan mereka berdiam pada posisi yang sama dari tahun ke tahun. Sebaiknya memberikan mereka peluang serta kesempatan untuk maju serta berkembang – ataupun mereka akan mencari peluang untuk pertumbuhan yang lebih baik di tempat lain.

“Memberikan ruang  dan waktu kepada karyawan untuk tumbuh dan berkembang di sektor bisnis kita merupakan motivator yang sangat besar,” kata Fontana. “Apabila individu dapat melihat sebuah jalan menuju kemajuan, sehingga mereka secara penuh memiliki tekad yang melekat untuk bekerja keras dan bergerak selangkah lebih maju dalam hal bisnis.”

 

Memberikan Umpan Balik (Feedback)

Pada hari ini,tentang ulasan kinerja jangka waktu tahunan tidak memberikan kesempatan yang cukup untuk umpan balik yang cukup berarti. Pada dasarnya generasi milenial berkeinginan untuk membangun hubungan nyata dan sehat dengan manajer di lingkungan mereka. Mereka menginginkan transparansi tentang apa yang mereka lakukan secara benar dan bagaimana mereka dapat terlibat secara penuh dalam meningkatkan, dan serta mereka menginginkan umpan balik ini disampaikan secara teratur dan tepat pada waktu.

Untuk memberikan sebuah umpan balik yang sering mereka inginkan kepada generasi Millenial, Pihak Direktur Pelaksana Plume Kaine Shutler menjelaskan perusahaan mengadakan pertemuan individu mingguan secara, atau “WIM,” di mana setiap elemen karyawan menetapkan lingkup semua tugas yang perlu mereka selesaikan dalam waktu minggu mendatang.


0 komentar:

Post a Comment

Translate

RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts