Food Vlogger Millenial

10 Tips dan Trik Menjadi Food Vlogger Millenial yang Sukses - Pada zaman sekarang memang sedang trendnya orang mempublikasikan segala sesuatu apa yang dilakukan atau di kerjakannya ke dalam platform sosial media. Apalagi para generasi milllenial yang dimana merekalah paling aktif dan inovatif dalam menggunakan berbagai platform sosial medianya, seperti Facebook, Instagram, dan Youtube.

Keberadaan ketiga platform tersebut adalah hal yang paling familiar digunakan di kalangan anak-anak muda generasi millennial dan Z di Indonesia. Selain sekedar hanya ingin mencari eksistensi dan dikenal banyak orang di berbagai kalangan, ternyata aktif pada sosial media juga dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Beberapa diantaranya seperti yang sudah banyak kita ketahui adalah YouTube.

Dengan cara kita yang konsisten dalam mengunggah video ke dalam platform tersebut maka kita dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Namun tentunya dengan berbagai persyaratan dan aturan yang sudah di tetapkan dari pihak terkait.

Dari beberapa kategori konten yang seringkali di jadikan tema/niche pada Youtube, diantaranya yakni vlogging. Vlogging terlintas tampak paling mudah dilakukan namun apabila tujuan kita untuk menjadi terkenal dikenal publik dan dapat menghasilkan, maka vlogging yang dilakukan juga tidak aji mumpung namun harus memiliki konsep yang unik.

Dan pada tahapan disini kita akan berbagi tips dan trik untuk para pembaca apabila Kita berkeinginan menjadi seorang Food Vlogger sajian kuliner lokal di platform YouTube.

1. Memulai dengan Peralatan yang Sederhana.

Mulailah dengan hal yang paling sederhana dengan niat dan tekad yang kuat dan selalu berfikir positif bahwa kita sedang merintis sesuatu yang berharga dan bernilai lebih untuk diri kita.

Untuk menjadi seorang Food Vlogger Kuliner Lokal  persyaratan awal setidaknya kita harus punya kamera yang bagus dan mumpuni, namun apabila memang tidak mempunyai dan kita baru saja merintis tidak ada salahnya apabila hanya bermodalkan kamera bawaan pada smarthone yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mereview Makanan Unik yang Sedang Trend di Daerah Masing-Masing.

Dalam membuat konten kita tidak perlu bersusah-susah, tidak perlu kita harus mencari makanan bernilai mahal untuk dijadikan bahan konten video. Cukup kita mencari makanan yang kita anggap itu unik dan jarang orang mengetahui keberadaanya. Fokus pada tujuan utama untuk menyajikan sesuatu yang membuat para penonton penasaran akan kuliner tersebut.

Apabila kita merasakan di sekitar lingkungan tempat tinggal terdapat makanan tradisional yang menjadi cirri khas daerah kita ,hal itu dapat dijadikan bahan konten yang menarik untuk penonton pada channel kita.

Dan untuk dapat memancing penonton di konten video Food Vlogger Kuliner Lokal kita, Sebaiknya untuk mencoba sesekali kita membuat konten makanan yang sedang happening, yang sedang ramai di perbincangkan di platform sosial media.Hal itu sangat efektif dan efisien untuk meningkatkan viewer pada konten video kita dan dapat menambah jumlah subscriber ataupun follower pada channel kita.

3. Membuat Judul yang Sensasional dan Spektakuler.

Tujuannya utama supaya ketika orang sepintas melihat konten video kita akan menimbulkan rasa penasaran dan membuka konten video kita. Misalnya saja Kita membuat konten tentang "Es Sirup" maka kita dapat membuat judulnya "Es Permen Karet Paling Enak Sak Yogyakarta, Bikin Gerahmu Hilang Seketika" dan gunakan sebuah gambar thumbnail dengan ekspresi yang mengagumkan.

Alhasil dijamin orang-orang akan penasaran untuk membuka konten video kita.

4. Mengusahakan kita mempunyai ciri khas ketika Opening Video.

Sebenarnya untuk permasalahan ciri khas ketika intro ataupun opening hampir semua kreator mengutamakan faktor ini, karena hal ini merupakan ciri khas unik yang dimiliki oleh setiap creator masing-masing dalam pembuatan konten vlog.

Nah, untuk kita seorang Food Vlogger Kuliner Lokal sudah pasti kita harus mempunyai keunikan yang khas pada setiap video yang kita miliki, hal demikian untuk memudahkan kita dikenal dan diingat oleh para penonton konten video kita

Misalnya saja kita sebelum mulai untuk mencicipi makanan yang biasanya meneriakkan jargon-jargon masing-masing terlebih dahulu ataupun berekspresi nan unik yang akan membuat para penonton mengingat dengan signature kita. Jangan lupa untuk menggunakan aksen daerah kalian , untuk menunjukkan kearifan lokal kita.

5. Membuat Video yang Interaktif

Untuk penjelasannya selengkapnya seperti ini, ketika kita memulai makan pasti kita menunjukkan ekspresi rasa enak ataupun pedas yang bersumber dari makanan tersebut. Sehingga ketika kita berbicara di depan kamera, akan lebih bermakna lagi ketika kita mengajak interaksi dengan audience ataupun orang lain sambil menikmati sajian makanan tersebut.

Kita dapat mengajak teman,atau apabila memang memungkinkan memberikan pertanyaan kepada para pedagang warung Es-nya. Pada intinya harus selalu ada segmen improvisasi tanya jawab agar suasana menjadi kian lebih hidup.

Kita juga menjadikan viewer kita sebagai teman bicara, hal demikian akan membuat seolah-olah melibatkan viewer secara langsung yang ada disana.

6. Membuat Ajakan di Akhir Cerita Video

Apabila dirasa scene (footage) makan-makan sudah selesai untuk selanjutnya jangan lupa untuk mengajak para viewer untuk memfollow akun sosial media kita, atau mensubscribe channel kita. Mengajak para audience untuk terus menyalakan lonceng notifikasi di setiap akhir video makan-makan kita.

Dan seperti pada saat opening tadi, kita harus menutup scene pada akhir video dengan ciri khas kita yang dapat memudahkan para penonton mengingat signature kita sebelum dan sesudah makan.

7. Membagikan konten Video-Video kita di Sosial Media

Jangan lupa untuk selalu membagikan setiap unggahan konten video kita ke semua platform sosial media kita, supaya kita semakin banyak mendapat viewer dan mungkin saja salah satu dari video kita menjadi viral dan trending. Tentu hal demikian sangat membanggakan untuk kita bukan ?

8. Mendengarkan selalu Opini dan Saran dari Subscriber Kita

Mendengarkan semua komentar dari para subscriber kita, hal demikian dapat kita jadikan sebuah tolak ukur keinginan dari  para audience pada channel kita.

Keinginan dari mereka dapat kita jadikan sebuah masukan untuk konten video kita yang dapat kita buat selanjutnya kedepannya.

9 . Bergabung dengan Komunitas Food Blogger Setempat

Untuk selanjutnya,melibatkan diri kita untuk memiliki suatu komunitas dengan beberapa tukang review makanan. Sekedar menjadi pengingat, konten kreator review makanan bukan hanya kita saja. Daripada melihat konten kreator review makanan lain menjadi rival kita, lebih baik menjadikan diri mereka teman yang dapat untuk berkolaborasi untuk membuat  konten video bersama.

Banyak sekali dari food vlogger yang juga memiliki banyak sekali berbagai pengalaman di dunia vlogging, dan mereka dapat memberikan kita saran,wawasan dan kiat-kita yang bermanfaat untuk diri kita.

Dengan begitu kita akan semakin berkembang dengan pesat dan banyak pengetahuan tentang dunia vlogging,saling berkolaborasi dengan sesama kreator review makanan juga dapat meningkatkan follower ataupun subscriber kita.

10. Jangan Malu dan Sungkan Menggunakan Bahasa Daerah

Yang perlu kita ingat bahwa sedikit mencampurkan logat komunikasi dengan bahasa lokal atau daerah akan membuat konten video kita memiliki ciri khas yang unik.

Menggunakan Bahasa Indonesia yang medok dari daerah Surabaya, ataupun Bahasa Indonesia dicampur aksen logat Papua. Akan membuat penonton menjadi semakin asyik nyaman dan menikmati kearifan lokal pada konten video Youtube kita.

Nah sekian informasi tadi mengenai beberapa tata cara menjadi Food Vlogger Kuliner Lokal di channel YouTube, kita hanya perlu mempertahankan ciri khas kearifan lokal daerah kita dan membuat channel YouTube kita memiliki ciri khas tersendiri, semoga bermanfaat untuk para pembaca dimanapun kalian berada.

Baca selengkapnya : Tips dan Trik Menjadi Musisi Cover Terkenal Pada Youtube Channel

                                  Tips dan Trik Color Grading pada Adobe Premiere Pro


0 komentar:

Post a Comment

Translate

RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts

Blog Archive