Showing posts with label Life Style. Show all posts
Showing posts with label Life Style. Show all posts

              Terapkan semua dasar-dasar pemikiran ini dalam sebuah hidup minimalis

Buku berjudul 'Seni Hidup Minimalis' karya Francine Jay merupakan salah satu buku yang menjadi petunjuk tentang bagaimana caranya menjalani kehidupan yang serba minimalis, tidak terlalu berlebihan supaya hidup lebih tertata dan sederhana. Dalam buku ini memiliki banyak sekali pemikiran yang filosofis mengenai tentang bagaimana cara kita mengenal akan kebutuhan barang, menggunakan suatu barang maupun dan efek dari hal-hal yang akan kita lakukan terhadap kebutuhan barang tersebut.

Seni Hidup Minimalis sendiri hadir untuk mengatasi keinginan dan hasrat atas kepemilikan barang-barang yang semakin tidak terbendung di era millennial sekarang ini karena pengaruh dari media internet. Nah, untuk kita yang tertarik dengan konsep hidup gaya minimalis maka kita dapat menerapkan dasar-dasar pemikiran ide dari buku ini untuk memulainya.

1. Mengenali kegunaan dari setiap barang


Barang-barang tersebut perlu dikelompokkan, dimaknai dan diketahui fungsi dan kegunaannya masing-masing. Dan juga untuk selalu memperhatikan bagaimana barang-barang tersebut bertambah. Barang fungsional tersebut bersifat praktis, mempunyai kegunaan dan membantu dalam kehidupan kita sehari-hari. Terdapat barang yang digunakan untuk kelangsungan hidup serta ada juga yang untuk memudahkan urusan hidup. Kita harus memilih barang mana yang benar-benar kita gunakan dan bernilai lebih untuk kehidupan kita. Namun, faktor yang terpenting adalah apabila bernilai maka barang itu harus digunakan.

Untuk selanjutnya, barang dekoratif yang kita ingin pajang untuk benar-benar kita nikmati. Barang ini memuaskan hasrat kita dalam bentuk lain. Kemudian tipe barang-barang emosional yang kita simpan karena barang tersebut memiliki keterikatan emosional dengan kita.Namun, sama persis seperti barang dekoratif, kita harus meletakkannya di tempat dimana kita dapat menikmatinya bukan untuk menyimpannya di tempat yang tersembunyi. Untuk sekedar pengingat, jangan menyimpan suatu barang dari karena merasa itu suatu kewajiban.

2. Kita bukan tentang barang kita

Kita pasti sering mendengarkan di telinga bahwa barang yang kita miliki mencerminkan diri kita sebenarnya.Itulah yang seringkali biasanya digambarkan oleh sebuah media promosi iklan. Sebenarnya terdapat kategori barang keempat yaitu bernama barang yang aspiratif. Kita akan memiliki kategori barang demikian hanya untuk membujuk orang lain menjadi seolah olah terkesan atau untuk mewujudkan versi diri sebenarnya didalam bayangan diri kita. Para pihak produsen biasanya akan membuat seolah-olah barang tersebut benar-benar menggambarkan diri kita yang sebenarnya. Ya,hal tersebut tidak bisa dipungkiri adalah teknik marketing yang sempurna karena kita mudah sekali untuk dipengaruhi.

Poin demikian menjelaskan bahwa tidak simple dan mudah menjadi orang yang berpikiran minimalis di dunia media massa pada saat ini.Media Iklan-iklan promosi begitu menyakinkan bahwa barang yang bermerk dengan harga mahal lebih nyaman dan unggul ketika pas digunakan. Padahal merk tidak menentukan kenyamanan dari sis pengguna.

Kita biasanya sulit untuk melepaskan suatu barang karena ingin membuktikan sebuah prestasi atau siapa kita sebenarnya. Namun,karena hal demikian justru kita menempatkannya pada suatu kotak ataupun tempat yang tidak terlihat oleh mata dan memakan ruang tentunya. Apabila kita cemas dan khawatir disaat ingin menyingkirkan keberadaan barang-barang tersebut, maka kita harus mengingat bahwa kenangan, mimpi dan cita-cita tidak sebatas pada konteks barang saja, melainkan diri kita sendiri.

3. Sedikit barang yang serupa dengan sedikit tingkat stress

Kita memerlukan banyak energi dan waktu untuk mengurusi setiap barang yang kita miliki dan itu berhubungan dengan tingkat stress kita. Belum lagi proses yang kita butuhkan untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Dengan banyak total waktu, budget dan energi yang kita habiskan, kita mungkin mulai berpikir ulang bahwa barang-barang itulah yang ternyata memiliki kita, bukan malah sebaliknya.

Kita berusaha sangat keras untuk memiliki suatu barang yang belum kita miliki. Setelah memilikinya kita akan merasa lega untuk sementara waktu, namun kemudian kembali stress karena barang yang kita beli (ambil) bukan untuk kita gunakan namun sebagai pembuktian saja tidak lebih.Dan akhirnya barang tersebut berakhir di bagian sudut ruangan dan membiarkannya dalam posisi berdebu.

Hidup minimalis bukan berarti kita hidup dengan barang yang sangat terbatas kuantitasnya. Namun, seni hidup milimalis pada hakekatnya kita hidup dengan barang yang memiliki nilai ataupun value add bagi kehidupan kita sejatinya.

4. Sedikit barang sama dengan lebih bebas

Percaya atau tidak, barang kita memiliki kekuatan untuk menahan keinginan kita. Barang dapat menahan kita untuk menemukan suatu hal yang baru ataupun minat baru. Barang yang kita miliki dapat menghalangi hubungan pencapaian karir, dan waktu bersama keluarga, menghabiskan energi dan semangat kita. Contohnya, saja kita tidak datang ke sebuah pertemuan dikarenakan harus bekerja untuk membayar sebuah cicilan suatu barang ataupun melewatkan waktu berlibur karena harus menjaga sebuah barang yang berharga tidak dapat dibawah kemana-mana.

Pernahkah kita sekedar hanya memperhatikan isi dalam ruangan yang hanya diisi oleh barang-barang yang tidak begitu kita perlukan. Dan untuk menyesaikan masalah tersebut kita menyimpan barang-barang itu kedalam sebuah keranjang kecil ataupun laci. Sayangnya hal demikian tidak benar-benar menyelesaikan masalah secara penuh karena barang-barang itu tetap berada didalam pikiran kita. Sehingga, supaya kita tidak memikirkannya maka kita harus menyingkirkan barang-barang tersebut.

5. Lepaskan ketertarikan dengan suatu barang

Dalam konsep pemikiran tertentu mengatakan bahwa kita harus benar-benar terlepas dari ikatan-ikatan berbau duniawi. Namun, tentu saja kita tidak perlu melakukan sebuah hal yang terlalu jauh seperti demikian dalam konsep minimalisme. Melepaskan sebuah ikatan dengan sebuah barang akan membuat kita memahami lebih arti dari sebuah keikhlasan pada saat kehilangan barang tersebut.

Ketika kita pergi berkemah, kita hanya membawa sedikit barang-barang yang kita butuhkan untuk bertahan hidup pada saat itu juga. Namun,ketika kita kembali, mengapa banyak sekali barang yang akan dibutuhkan? Sebenarnya hal demikian yang harus kita perhatikan, bahwa sebagian besar barang-barang yang berkaitan dengan kita tidak menjamin arti dari sebuah kesehatan dan kebahagiaan untuk kita.

6. Menjadi penjaga pintu yang baik dan benar

Kalimat diatas telah diungkapkan oleh seorang penulis yang berasal dari negara Inggris, William Morris. Ini merupakan dasar dari sebuah perspektif 'jadilah seorang penjaga pintu yang baik dan benar'. Barang yang kita miliki masuk kedalam rumah ataupun sebuah ruangan hanya karena dibeli ataupun bisa dihadiahkan. Barang tersebut tidak akan menyelinap masuk begitu saja. Kita harus mengevaluasi setiap barang untuk mencari tahu tentang bagaimana barang tersebut ada.

Kita perlu berhenti sejenak dan bertanya tentang 'kenapa' sebelum membeli sebuah barang yang diinginkan. Apakah nilai dan manfaat dari barang tersebut untuk kita? Apakah keneradaan barang tersebut akan mempermudah hidup kita ataukah justru malah menjadi merepotkan? Apakah masih terdapat ruang untuk barang tersebut? Dan bagaimana cara untuk menyingkirkan barang tersebut apabila sudah tidak digunakan lagi ? Kita harus mempunyai kemampuan untuk menolak keberadaan barang yang sebenarnya tidak begitu kita butuhkan dan hanya akan menerima barang yang benar-benar kita butuhkan.

7. Menikmati sebuah ruang

Kita membutuhkan ruang untuk mengapresiasi nilai-nilai keindahan. Karena tanpa ruang kita hanya akan mendapatkan kebisingan dan kesemrawutan suasana yang dapat memadamkan potensi kreativitas yang kita miliki. Semakin banyak ruang maka kita akan semakin menikmati nilai dalam hidup. Kita menikmati sebuah ruang yang kosong disaat rumah kita belum memiliki sebuah barang dan sekarang malah terjadi sebaliknya. Kekurangan akan ruang untuk bergerak dapat membuat siatuasi menjadi frustasi. Setiap kali kita memasukkan sebuah barang ke dalam rumah masing-masing, kita secara tidak sadar sudah kehilangan space ruangan secara perlahan.

Namun, tidak perlu khawatir karena ruang yang hilang dapat dengan mudah kita dapatkan kembali. Coba saja untuk menyingkirkan barang yang tidak bermanfaat dan  ruangan itu akan kembali kosong. Kita harus menyisakan sebuah ruang hanya untuk berang-barang yang dapat membantu hidup kita. Ingat tentang nilai ruang sama dengan nilai sebuah barang (namun dapat menjadi lebih besar, tergantung cara kita melihatnya).

8. Menyukai tanpa memiliki

Tentu saja hal demikian cukup sulit untuk dilakukan karena kita selalu memiliki keinginan secara lebih untuk memiliki sebuah barang. Namun pada kenyataannya, menerapkan konsep hidup minimalis itu berarti kita harus melawan keinginan untuk menghadirkan sebuah tiruan barang dari sisi luar di dalam rumah kita. Kita tidak perlu membeli sebuah lukisan yang bernilai mahal, tidak perlu untuk membeli mesin pembuat kopi ataupun perlengkapan gym. Kita masih dapat menikmati barang-barang tersebut tanpa harus untuk memilikinya.

Apabila kita mudah untuk tergoda oleh keberadaan barang-barang yang tidak begitu kita butuhkan maka terapkan sebuah motto 'menyukai tanpa memiliki'.Seni hidup minimalis berarti kita perlu untuk mengurangi jumlah kuantitas barang yang membutuhkan perawatan dan perhatian khusus.

9. Bahagia dengan hal yang secukupnya

Tidak semua orang akan menerima secara penuh akan adanya konsep 'cukup'. Karena cukup bagi kita belum tentu akan cukup untuk standarisasi orang lain. Cukup berarti sudah dapat memenuhi akan kebutuhan ataupun memuaskan keinginan, tidak kurang. Namun, kita sadar bahwa masih terdapat keinginan lainnya. Untuk menikmati sebuah rasa cukup berarti kita harus terfoks pada suatu kebutuhan. Kita harus berhenti melihat arti dari sebuah kata cukup dari sudut pandang orang lain dikarenakan itu termasuk keinginan.

Dan faktanya adalah begitu semua kebutuhan dasar sudah terpenuhi maka kebahagiaan kita tidak lagi ditentukan oleh jumlah barang yang kita miliki. Menumbuhkan sikap penuh rasa syukur akan nikmat sangat berguna dalam pola seni hidup minimalis. Apabila kita dapat melihat bahwa hidup kita tidak kekurangan dan dapat menghargai apa yang sudah kita milik maka kita tidak akan menginginkan hal-hal lain lagi. Kita cukup berfokus pada apa yang sudah kita miliki, bukan tentang apa yang belum kita miliki.

10. Pola Hidup yang Sederhana

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa "Hiduplah dengan pola yang sederhana supaya orang lain dapat hidup". Ini merupakan salah satu tujuan yang terpenting dalam konsep seni hidup minimalis. Inti perkataan dari Mahatma Gandhi ini adalah bahwa kita tidak boleh mengeksploitasi sumber daya yang lebih daripada yang kita butuhkan. Hal demikian karena dari setiap 'tambahan' kebutuhan yang kita gunakan, kita harus mengorbankan kebutuhan orang lain, baik pada saat ini maupun generasi yang akan mendatang.

Hal pada diri kita yang tidak disadari bahwa kita hidup dengan saling terhubung satu sama lainnya. Setiap tindakan bahkan hal terkecil sekalipun akan berdampak untuk orang lain. Pilihan kita sebagai seorang konsumen juga akan berdampak langsung bagi lingkungan sekitar kita. Pola Hidup sederhana, dengan menggunakan barang sesuai esensinya saja dan menerapkan konsep seni hidup minimalis merupakan salah satu cara kita untuk berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sekian dari pemaparan diatas dan itulah sepuluh konsep dasar pemikiran tentang buku 'Seni Hidup Minimalis' yang menjadi fondasi awal untuk kita yang berkeinginan memulai menerapkan konsep hidup minimalis di dalam hidup kita masing-masing. Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut secara mendalam tentang sepuluh konsep ini, maka penulis menyarankan untuk membaca versi bukunya.


Apakah kita pada saat ini sedang merencanakan explore wisata ke pulau Dewata (Bali) ? Mungkin dari kita akan menjawab “Ya”, mungkin juga bisa saja “Tidak”. Apapun alasan dan hal yang membuat kita sampai membaca halaman pada situs blog ini, mohon untuk melanjutkan dalam membaca artikel ini ! Karena pada halaman blog ini terdapat artikel membahas daftar 10 tempat destinasi wisata di Bali paling populer di Instagram favorit para wisatawan domestik Indonesia.

Tempat wisata yang unik dan menarik di Bali untuk liburan ternyata ada banyak sekali ! Meskipun terdapat waktu dalam satu minggu untuk liburan di destinasi Bali,tidak semua objek wisata di pulau Dewata (Bali) ternyata dapat dikunjungi. Berdasarkan pengalaman dari teman saya yang dalam penyediaan jasa paket wisata ke pulau Dewata (Bali) dan jasa persewaan mobil plus driver di Bali untuk kalangan wisatawan Indonesia. Dan ternyata masing-masing kalangan para wisatawan Indonesia, memiliki pilihan serta selera berbeda akan tempat destinasi di Bali yang wajib untuk dikunjungi. Baik itu wisatawan Indonesia yang sedang mengisi liburan keluarga di pulai Bali, liburan bersama teman/sahabat ataupun liburan pada saat acara bisnis.

Walapun banyak perbedaan sudut pandang akan pilihan destinasi wisata yang harus dikunjungi di pulau dewata (Bali) . Ternyata ada beberapa daftar objek wisata di pulau Bali yang selalu menjadi pilihan favorit para wisatawan Indonesia untuk berlibur (refreshing). Hal demikian dapat disimpulkan, bahwa terdapat beberapa tempat wisata di pulau Dewata (Bali) yang menjadi destinasi favorit para wisatawan Indonesia.

Istilahnya juga liburan, device kamera pasti tidak akan ketinggalan dalam membawanya, setidaknya dengan foto menggunakan kamera bawaan pada smartphone masing-masing. Momen liburan yang indah di pulau Dewata (Bali) berupa foto yang diabadikan dan tentunya akan dibagikan kepada teman terdekat melalui platform media sosial. Salah satunya platform sosial media Instagram. Apakah para pembaca berkeinginan mengetahui, apa saja daftar 10 tempat wisata Bali yang paling populer di sosial media Instagram dan favorit wisatawan lokal Indonesia? Mari kita simak daftarnya pada penjelasan dibawah ini!

Dengan menggunakan perbandingan kumpulan data dari berbagai sumber, serta foto – foto tempat wisata yang terkenal di pulau Dewata (Bali).Alhasil kita mengetahui 10 tempat wisata Bali yang paling terkenal di platform Instagram favorit wisatawan Indonesia.

Dibawah ini merupakan daftar 10 tempat wisata dan rekreasi  di pulau Bali paling populer di platform Instagram dan favorit wisatawan di Indonesia. Namun bukan berarti bahwa 10 destinasi objek wisata di pulau Bali dibawah ini, ternyata juga populer di kalangan wisatawan asing (mancanegara).

1.                1.  Pantai Kuta



Sepertinya hampir sebagian besar semua pembaca pernah mengunjungi pantai Kuta Bali ataupun setidaknya pernah mendengar di telinga kita. Pantai Kuta Bali dari medio tahun 1970 sampai sekarang, selalu menjadi kawasan pantai pasir putih paling terkenal di pulau Bali.Untuk keperluan penunjang pariwisata juga sangat lengkap di kawasan pantai Kuta Bali, misalnya saja dari fasilitas akomodasi, kuliner dan transportasi.

Dan saking terkenalnya di pantai Kuta sendiri, setiap harinya selalu ramai dengan kunjungan wisatawan/turis. Aktivitas wisatawan lingkup Indonesia di pantai Kuta, berjalan – jalan serta duduk di tepian pasir pantai, sambil berfoto selfie dan mengupload di sosial media Instagram. Dan saking populernya di pantai Kuta Bali, maka penulis meranking pada urutan 1 dalam daftar 10 tempat wisata di Bali paling populer dan spektakuler.

2.    Pura Tanah Lot

                 

Pura Tanah Lot di Bali, dalam rentang waktu setiap harinya selalu ramai dengan kunjungan wisatawan Indonesia (domestik).Dan menjelang senja hari, tempat wisata di Tanah Lot Bali justru malah semakin ramai, karena banyak kunjungan wisatawan yang menunggu pemandangan alam berupa matahari terbenam (sunset).

Dan saking terkenalnya tempat wisata di Tanah Lot Bali untuk wisatawan Indonesia. Membuat kita menggunakan jumlah kunjungan para wisatawan Indonesia ke Tanah Lot sebagai tolak ukur, keramaian atau tidaknya wisatawan Indonesia yang liburan ke Bali.

Melalui platform media sosial Instagram, para wisatawan dapat membagikan foto momen yang indah liburan ke objek wisata Tanah Lot di pulau Bali.

3.    Destinasi  Wisata Kintamani

                  

Destinasi wisata Kintamani berada di daerah pemerintahan kabupaten Bangli. Objek wisata di Kintamani diminati wisatawan domestik karena memiliki pemandangan alam yang mempesona berupa pengunungan, yaitu Gunung  Batur dan pemandangan alam lainnya danau Batur.

Dikarenakan area destinasi wisata Kintamani berada di area pegunungan, menjadikan suhu udara sangat disana terasa sejuk walaupun disiang hari yang terik. Sebagian besar para wisatawan domestik saat mengunjungi objek wisata Kintamani, selalu menyempatkan diri untuk makan siang di buffet (bisa makan sepuasnya) disalah satu restoran yang berada di daerah Kintamani. Merupakan salah satu restoran di daerah Kintamani yang dapat makan sepuasnya dan menjadi favorit wisatawan Indonesia yakni restoran Grand Puncak Sari Kintamani.

Pemandangan indah dan mempesona yang dimiliki Kintamani, sangat elok untuk background foto dan faktanya ini benar-benar dimanfaatkan oleh para wisatawan Indonesia untuk membagikan foto liburan di Kintamani melalui media sosial Instagram.

4.    Pura Uluwatu

Apabila para pembaca melakukan wisata ke daerah Bali, bisa dipastikan sebagian besar berkeinginan melihat sunset ! Banyak orang mengatakan bahwa, apabila liburan ke pulau Bali tanpa melihat fenomena Sunset, diibaratkan seperti makan sayur tanpa adanya garam. Bagaimana menurut pembaca semuanya, apa seperti itu dilapangan ?

Menurut opini saya sendiri sepertinya mengiyakan, karena objek wisata bernama pura Uluwatu Bali selalu ramai dan padat dengan kunjungan wisatawan Indonesia (domestik), terutama di senja hari menjelang matahari terbenam. Untuk informasi buat para pembaca, dari tepi pinggiran tebing pura Uluwatu,merupakan salah satu spot terbaik dalam melihat sunset di Bali, selain destinasi wisata Tanah Lot.Pasti diantara para pembaca penasaran dengan foto-foto wisatawan di Instagram? Silahkan dicari di google !

5.    Pantai Pandawa

Selain destinasi pantai Kuta di Bali, terdapat pantai pasir putih yang menjadi destinasi favorit di kalangan wisatawan Indonesia yaitu pantai Pandawa Kutuh. Dan hampir setiap hari selalu ramai dan padat adanya kunjungan wisatawan Indonesia, bahkan pada saat musim sepi sekalipun di pulau Bali.

Tingginya trafik kunjungan wisatawan Indonesia ke pantai Pandawa di Bali, membuat saya ingin tahu sekaligus penasaran dan mencari tahu penyebab pantai Pandawa, pada saat ini menjadi pantai favorit wisatawan Indonesia selain pantai Kuta tentunya.

 

Setelah penelusuran ternyata daya tariknya ada pada hal-hal berikut ini:

-       Space tempat parkir yang luas dan lokasi parkir tersebut sangat dekat dengan lokasi bibir pantai.

-       Lokasi pantai Pandawa sendiri, memiliki jalur rute yang searah dengan tempat wisata yang terkenal di kawasan Bali. Seperti misalnya Tanjung Benoa, Waterblow Nusa Dua, Garuda Wisnu Kencana (GWK Bali), Pura Uluwatu serta pantai tempat yang menyajikan hidangan seafood bakar terenak di kawasan Bali, yaitu pantai Jimbaran.

-       Tersedia fasilitas menaiki kano dengan harga yang cukup terjangkau.

-       Deburan ombak pantai yang tidak terlalu besar sehingga terasa nyaman untuk berenang.

-       Ekosistem pasir pantai yang terjaga kebersihan dan kelestariannya.

-       Harga makanan dan minuman, yang masih terjangkau untuk orang rata-rata.

6.    Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Apabila para pembaca sedang mencari destinasi tempat yang wajib untuk dikunjungi di Bali untuk liburan keluarga (family), pilihan terbaik jatuh pada Garuda Wisnu Kencana. Pada tempat wisata ini lebih terkenal dan populer dengan sebutan objek wisata bernama GWK Bali.

Walaupun biaya retribusi tiket masuk kedalam objek wisata Garuda Wisnu Kencana, tidak dapat dikatakan dalam kategori murah! Tapi tidak mengurangi rasa antusias para wisatawan Indonesia untuk liburan destinasi ke GWK Bali. Dikarenakan menjadi objek wisata favorit para wisatawan domestik, maka banyak sekali penyedia jasa paket tour Bali, dan selalu mencantumkan rute liburan dengan mengunjungi wisata GWK Bali.

Dari sekian banyak foto para wisatawan yang berlibur ke GWK Bali, sebagian besar fotonya memiliki latar belakang patung raksasa Wisnu. Penasaran seperti apa foto-fotonya?

7.    Tanjung Benoa

Saya yakin sebagian besar para pembaca disaat menyebut nama objek wisata Tanjung Benoa di Bali, pasti akan berfikir aktivitas di Bali yaitu watersport Tanjung Benoa. Objek wisata Tanjung Benoa sangat diminati sekali dikalangan para wisatawan Indonesia. Pada intinya bukan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai Tanjung Benoa, namun untuk menikmati aktivitas watersports.Apabila kalian tidak percaya, coba untuk melihat foto di platform Instagram, dengan ! Hampir  dari sederetan hasil foto yang ada, merupakan foto  disaat melakukan aktivitas water sports.

Andaikan para pembaca akan merencanakan wisata ke Tanjung Benoa Bali, terutama didaerah kawasan pantai tempat beraktivitas watersports. Coba untuk memperhatikan! Mengobservasi tentang lebih banyak, kunjungan wisatawan Indonesia ataukah wisatawan asing? Karena penuturan beberapa teman kami hampir dalam sebulan sekali liburan ke daerah Tanjung Benoa,jadi tahu persis mengenai jawabannya. Walaupun bukan di momen liburan tahun baru, aktivitas water sports di Tanjung Benoa selalu ramai dipadati dengan peserta wisatawan Indonesia.

8.    Pantai Jimbaran

Salah satu destinasi wisata di Bali yang wajib dikunjungi, apabila pembaca menyukai dengan santapan kuliner seafood bakar yakni pantai Jimbaran di Bali. Dalam segi daya tarik dipantai Jimbaran yang membuat diminati wisatawan domestik adalah momen makan sajian seafood bakar, di tepian pantai pasir putih dengan panorama matahari terbenam (sunset).Apabila para pembaca merencanakan untuk bulan madu (honeymoon) ke pulau Bali, pantai Jimbaran Bali wajib sekali dalam daftar tempat honeymoon di hati para pembaca.

9.    Danau Beratan Bedugul

Sekarang para pembaca mengambil uang lembaran sebesar Rp 50,000! Pada salah satu sisi akan memperlihatkan foto pahlawan nasional, bernama I Gusti Ngurah Rai.Dan disisi lain terdapat sebuah bangunan pura yang berada di lokasi tengah danau. Tentunya para pembaca pasti penasaran dimana lokasi pura yang berada ditengah danau di Bali tersebut?

Nama lokasi dari pura berada di tengah danau tersebut, bernama objek wisata danau Beratan Bedugul. Dan hal tersebut menjadi daya tarik sebuah objek wisata bernama danau Beratan Bedugul.

Dikarenakan fotonya terdapat di lembaran mata uang nominal Rp 50,000, membuat banyak kalangan wisatawan Indonesia penasaran akan panoramanya. Serta pada saat liburan ke pulau Dewata (Bali) pasti menjadwalkan untuk mengunjungi objek wisata bernama pura Ulun Danu di danau Beratan Bedugul.

10. Bali Safari Marine Park

Apabila para pembaca sedang merencanakan liburan bersama keluarga dan anak-anak, tempat destinasi wisata keluarga di Bali yang mana yang akan para pembaca kunjungi dan singgahi? Apakah obyek wisata Bali safari marine park? Mungkin ada beberapa yang menjawab “ya”, ada juga yang menjawab “tidak”.

Namun berdasarkan pengalaman dari rekan kami yang berada di Bali dalam hampir sebagian besar (wisatawan Indonesia) yang berlibur kesana bersama anak-anak. Hampir kesemuanya memilih destinasi tempat liburan bersama keluarga dengan mengunjungi Bali safari marine park. Kemudian bagaimana dengan mu?


Menggali dan Menemukan "Passion" dalam Diri

Memilih suatu bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion atau minat merupakan cita-cita dambaan banyak orang.Dan bagaimana tidak, dengan begitu kita bisa bekerja dengan bersemangat penuh gairah, menikmati, dan tentu hasilnya pun lebih maksimal, dibandingkan dengan melakukan sesuatu hal pekerjaan yang secara terpaksa.

Tetapi disisi lain tak semua orang mengetahui  apa yang menjadi passion dalam dirinya. Kita bisa mendapatkan berbagai cara dan tips dalam menemukan passion di mesin pencarian (search engine) Google,Yahoo dll. Beberapa hal berikut ini juga dapat digunakan sebagai panduan/pedoman untuk mengetahui apa sebenarnya passion yang ada dalam diri kita.

1. Menggali dari perasaaan iri

Perasaan iri tidak selamanya buruk dan jelek, melainkan bisa menjadi sebuah indikator/pertanda dari sesuatu milik orang lain punyai dan kita menginginkan hal tersebut. Certified Career and Life Coach, Allison Task mengatakan tentang dirinya kadang mengidentifikasi perasaan cemburu dari kliennya pada seseorang, untuk menemukan suatu passion ataupun apa yang mereka inginkan dalam sebuah jenjang karier.

Contoh misalkan, apabila perasaan iri dengan pekerjaan (profesi) orang lain seperti pengacara. Padahal kenyataanya, kita tidak mempunyai ketertarikan ilmu di bidang hukum(law). Coba untuk mengggali kembali apa yang membuatmu diri kita iri? Apakah persoalan gengsinya (prestise) ? Menyoalkan pekerjaannya yang sering melakukan jalan-jalan? Pakaian yang rapi dan formal ? Tingkat Kesejahteraan? Bagaimana lantas dengan jam kerja (workload) yang tinggi sehingga kehidupan pribadi dikesampingkan orang yang menggeluti profesi pengacara?

 "Dari stigma yang melekat pada pribadi orang lain yang membuat kita mempunyai perasaan iri hati tersebut, sehingga diri kita dapat mengenali berbagai aspek-aspek cakupan yang spesifik dari profesi ataupun kehidupan mereka yang tentunya juga ingin kita miliki sepenuhnya,sehingga dapat membantu dalam menemukan sebuah komponen dari pekerjaan ataupun kehidupan yang  didambakan," tegasnya.

Allison mengusulkan agar diri kita segera menemukan setidaknya tiga sampai lima orang yang membuat kita memiliki perasaan "iri". Kemudian, menggali lebih dalam untuk menemukan aspek apa dalam hidup mereka yang membuat kita juga ingin mencapainya.

2. Mencari keahlian yang diminati serta dipelajari

Allison menceritakan pengalamannya dengan seorang kliennya dilapangan.Tentang seorang ibu yang benar-benar sibuk dalam mengurusi buah hatinya, orang tuanya, hewan peliharaannya, hingga pertukaran siswa pelajar. Sedangkan realitanya suaminya seringkali bepergian untuk melakukan pekerjaan dinas luar.

Dalam mendalami tahapan proses karirnya, pada waktu belakangan ini dirinya menyadari akan suatu hal bahwa dirinya mempunyai pekerjaan yang vital dan banyak pihak bergantung padanya. "Dia menikmati akan pekerjaan itu," tutur allison.

Dirinya menginginkan punya kesempatan (opportunity) yang lebih lagi untuk merawat dirinya sendiri.(self care) pada belakangan, pihak ibu tersebut mengambil sertifikasi meditasi berupa yoga. Bukan karena faktor ingin mengajar. Namun dirinya  berkeinginan mempelajari bagaimana dalam merawat dirinya untuk kebahagiaan yang sejati dalam mendapat ilmu pengetahuan.

Kita dapat menerapkan contoh kasus tersebut pada diri kita masing-masing untuk menemukan passion dalam diri masing-masing.

3. Menemukan siapa tokoh role model panutanmu?

Seharusnya kita memukan setidaknya tiga orang role model atau panutan dalam hidup kita. Kemudian, memikirkan secara spesifik tentang value added pada masing-masing dari mereka yang membuat diri kita  merasa terinspirasi. Misalnya, karena ide-ide inovasinya kecerdasannya, gebrakan yang pernah dibuat, kecantikannya, dan hal hal lainnya.

Hal demikian dapat membantu kita untuk mengidentifikasi nilai-nilai value yang kita miliki. Ini merupakan menjadi bagian dan irisan dari apa itu passion dalam diri kita yang sesungguhnya.

4. Apa hal passion yang berhenti kita kejar pada pertengahan umur 20 tahun

Banyak ditemukan beberapa atlet ataupun musisi yang berhenti mengejar mimpinya pada umur pertengahan 20 tahun dikarenakan masalah waktu dan tempat, misalnya terhambat karena faktor pekerjaan penuh waktu.

Menanyakan, apa hal-hal yang kiranya benar-benar kita menyukai namun berhenti mengejarnya karena sejumlah alasan dan latar belakang keadaan. Misalnya saja kita ingin menjadi pemain sepakbola. Saat tidak dapat menjadi seorang pemain professional, mungkin kita bisa memilih dari sudut pandang lainnya, seperti misalnya menjadi pengikutnya, membuat sebuah grup komunitas, bahkan bisa saja menjadi pelatih ataupun mentor.

 "Baik dalam hal passion tersebut merupakan sebuah jenjang karier maupun hobby, selalu terdapat jalan yang terbuka lebar untuk kembali dalam meraihnya," tutur Allison.

5. Mencermati keunikan dalam diri sendiri

Beberapa orang ragu-ragu disaat dimintai untuk menyebutkan keunikan (ciri khas) dalam dirinya. Tujuan utama mengenali keunikan dalam diri sendiri bukan untuk memamerkan sikap sombong, namun untuk lebih berpikiran terbuka mengenali keunikan dalam diri sendiri. Keunikan-keunikan hal yang kecil yang ada pada diri kita ini bisa jadi menuntun kita tentang apa bidang passion kita sebenarnya.

6. Menanyakan pada tiga sahabat terdekat kita, tentang apa yang membuat kita unik dan spesial

Mungkin sebagian dari kita malu untuk membunyikan perihal kelebihan dalam diri kita. Namun di kalangan sahabat-sahabat terdekat kita mempunyai berbagai alasan mengapa dari banyak sekali orang di dunia ini, mereka memilih diri kita sebagai sahabat mereka. Apa faktor yang membuat kita spesial di mata mereka? Mungkin karena kita cerdas, dapat dipercaya, atau orang yang perhatian, mudah bergaul.

Mengevaluasi apakah kelebihan kita tersebut memang sejak dahulu melekat dalam kepribadian kita atau terus berkembang. Untuk selanjutnya mencocokkan dengan jawaban pada point pertanyaan sebelumnya. Faktor keunikan ini adalah yang akan membuat kita menjadi kita yang sebenarnya.

7. Mengingat kembali (flash back)  ke masa kecil

Pada masa kecil, salah satunya padaa saat masih duduk di bangku sekolah dasar, merupakan masa yang membahagiakan dalam hidup kita dikarenakan belum memikirkan beban ini dan itu.Lantas apa yang menjadi kegemaran/hobby kita disaat itu? Apa yang kita gunakan? Apa yang kita cita-citakan padaa saat itu? Siapa tokoh yang padaa saat itu kita jadikan seorang panutan? Dari jawaban dari setiap pertanyaan tersebut kita bisa mengkorelasikan dengan apa yang mungkin menjadi passion pada diri kita.

Allison menceritakan tentang salah satu kliennya yang saat di waktu masih kecil sangat menyukai bidang seni. Namun dilain sisi hal tersebut tidak didukung oleh kedua orangtuanya. Walau pada diri kita tidak dapat mendalami passion kita karena berbagai sebab dan alasan, bukan berarti pada saat fase dewasa kita tak dapat melanjutkannya. Ada banyak cara untuk melakukannya, misalnya dengan mengikuti kelas dan komunitas hobby yang sesuai dengan passion kita.

8. Mengingat momen hari yang paling menyenangkan

Coba kita untuk mengingat hari-hari biasa yang paling berkesan dalam hidup kita (namun disini bukan seperti hari pernikahan,ulang tahun ataupun liburan). Secara detail mengingat bagaimana kita dalam menghabiskan hari tersebut.Sebaiknya untuk mengalokasikan dalam kurun waktu sekitar 10 menit untuk menuliskannya.Membuat  sedetail mungkin tentang perinciannya .

Allison sendiri mengakui banyak kliennya yang mendapati karakter emosional bahkan sampai menangis pada saat mengerjakan task tugas ini. Sebab, pada diri mereka mengingat kembali tentang pengalaman-pengalaman hebat yang telah mereka lalui. Hal tersebut dapat mengarahkan mereka kembali pada apa itu nilai-nilai dan passion mereka sebenarnya.

9. Cara menghabiskan uang yang dimiliki

Apabila diberikan sejumlah uang yang nominal tersebut sangat besar, misalnya saja 100 miliar, sampai diri kita sendiri tak perlu lagi untuk bekerja seumur hidup selamanya, apa yang akan kita lakukan kedepannya ? Dengan mengenali dari setiap jawabannya kita dapat mengenali apa yang akan kita inginkan dan kontribusi apa saja yang dapat diberikan.

10. Apabila perusahaanmu membayar kita untuk menjadi relawan, bagaimana kita memanajemen waktu tersebut secara optimal ?

Bagaimana diri kita menghabiskan waktu luang cukup sekali dalam memberikan informasi tentang passion kita yang sesungguhnya. Mencoba untuk memikirkan kita secara tiba-tiba di suatu tempat, melainkan tanpa gawai/gadget apapun,lantas apa yang akan kita lakukan? Cara kita dalam menggunakan kemampuan diri (skill) dan pengelolaan waktu,sehingga dapat menggambarkan banyak persoalan tentang passion kita sebenarnya. Alangkah baiknya apabila passion tersebut dapat membantu hajat hidup orang banyak dan menyelesaikan masalah-masalah ketimpangan sosial.



Saya hanya berkeinginan untuk menambahkan bahwa generasi millenial (yang pada tahun 2020 menginjak usia 23–39 tahun) mengalami dinamika pergeseran nilai dan gaya hidup, sehingga memiliki skala prioritas yang berbeda.

Tanpa menjadikan suatu hal sebagai suatu skala prioritas, dan ditambah dengan kurangnya motivasi, sangatlah sulit dalam mencapai sebuah tujuan.

Namun sebenarnya, apabila generasi millenial berkeinginan mempunyai rumah, bisa-bisa saja kedepan. Namun beberapa teman saya ada juga, yang sudah mampu dan dapat mencicil rumah, namun mereka memilih untuk menyewanya saja. Dikarenakan beberapa alasan diatas itu tadi: skala prioritas.

Jenis kategori produk, jasa, dan, kebutuhan sehari-hari semakin beranekaragam. simbol kestabilan jiwa, dan cara menikmati pola hidup juga ikut berevolusi.

Selain itu,dalam hubungan relationship saja.pada zaman sekarang ini orang lebih berminat yang tidak mempunyai ikatan.Namun sejatinya uang yang tidak digunakan untuk membeli sebuah hunian rumah, dapat juga digunakan untuk membeli dan menikmati pengalaman seru lainnya. Selain itu disisi lain, pada umumnya alasan utama seseorang berkeinginan mempunyai rumah adalah karena ingin berkeluarga secara tentram dan damai. Sedangkan pada zaman ini, semakin ramai-ramai orang yang tidak berkeinginan untuk menikah dan/ataupun mempunyai anak.

Rumahnya untuk si cici dan meong saja, ya?

Contoh kasus : Si AZ mempunyai anak-istri, mempunyai cicilan rumah dan mobil, serta keluarganya harmonis. Si XY masih lajang, sudah berkeliling dunia menggunakan first class dan selalu bersinggah di hotel yang mewah, namun dilain sisi masih menyewa apartment. Walaupun tujuan, prinsip,serta life style mereka berbeda, keduanya sama-sama dapat berbahagia dan merasa puas menjalaninya.

Hal ini bukan selalu mengkaji persoalan gengsi, melainkan sebuah kasus klasik: ada yang menyukai duren, ada yang tidak; ada yang butuh makan nasi, ada yang butuh makan dengan roti.

Lagipula, kepemilikan sebuah rumah bukanlah oksigen yang tidak bisa tergantikan kebutuhannya.

Untuk generasi milenial penggemar mobil merk 3 huruf dari seri ke 7 —yang seharga dan sepadan dengan deposit cicilan rumah ataupun sebuah rumah sederhana di pinggiran kota Metropolitan (Jakarta) — dan pasti akan berusaha keras untuk dapat membelinya. Sama halnya dengan generasi millenial yang memang berniat sekali dalam mempunyai hunian rumah, dipastikan diri mereka akan mencari langkah-langkah untuk mendapatkannya.

Hanya dibutuhkan dorongan dan motivasi —atau jika tidak: dalam situasi kepepet.

Beberapa rekan kenalan saya di negara Jerman dan Spanyol sangat mampu sekali apabila berkeinginan dalam membeli beberapa hunian rumah (karena preferensi profesi ataupun warisan). Meskipun demikian,mereka lebih memilih untuk menggunakan uangnya untuk traveling, berpetualang (explore), dan menikmati gaya hidup yang nyaman dimata mereka. Apartmentnya juga terbilang cukup biasa-biasa saja, dan perabot rumah tangga juga masuk kategori standar.

 Jawabannya tidak, saya menekankan sekali lagi, ini bukan persoalan gengsi karena mereka memang benar-benar mampu. Sosial media Instagram saja mereka tidak memiliki.

Selanjutnya, apabila dalam kasus saya sendiri, lantas bagaimana?

Kami berkeinginan memiliki rumah tipe permanen dengan tanah yang luas dimana kita dapat bercocok tanam, memelihara banyak jenis spesies hewan. Kemudian, kita akan membuat file dokumentasi tentang self-sufficient and sustainable living.

Meskipun tergolong kategori generasi millenial, saya ingin membeli properti. Kita ingin mempunyai sebidang tanah di perkampungan desa kecil di Spanyol untuk dibangun rumah minimalis yang sekaligus berfungsi sebagai guesthouse.Dalam rencananya, beberapa tahun kemudian — disaat geliat turisme mulai bangkit kembali— kami akan membuat paket khusus untuk para turis dari Asia yang sudah mulai bosan dengan Paris, London, dan Barcelona, dan berkinginan pariwisata ke perkampungan Eropa untuk mencoba dan melihat aktifitas warga sekitar seperti: memanen buah anggur dan membuat minuman wine; serta berendam relaksasi di sumber permandian panas yang dikelilingi alam bebas terbuka; dsb. Memiliki hunian sendiri akan menguntungkan dan berguna untuk kita dalam banyak hal terjadi.

Tidak ada yang magis, namun seorang manusia menemui jalan kepepet, ataupun termotivasi, adalah sub-spesies yang paling cerdas dalam mencari jalan untuk mencapai tujuannya.

Keinginan yang saya sebutkan diatas adalah contoh skala prioritas. Ketika kita telah memiliki suatu bentuk motivasi, namun pada kasus nyatanya kita akan sanggup untuk menahan keinginan hasrat dalam berkeliling dunia setiap tahun dengan jalur rute berbeda-beda, dan berfokus ke prioritas awal yang lebih besar dan penting tentunya.

Apabila generasi millenial memang sedang menentukan target  'beli rumah' sebagai skala prioritas hidupnya, dan menginginkan itu secara sungguh-sungguh, bisa dipastikan bisa  akan terwujud.

Saya mempercayai, didalam roda kehidupan ini tidak ada cara mutlak yang BENAR/ SALAH, jadi hukumnya sah-sah saja apabila memilih untuk :

·         Menikah ataupun tidak,

·         Mempunyai 1 anak, punya 5 ataupun tidak sama sekali,

·         Membeli mobil baru bekas(second) ataupun tidak sama sekali,

·         Enggan membeli rumah  ataupun mempunyai 5 rumah untuk berinvestasi,

·         dsb.

 

Saya mencoba untuk memahami,faktor yang terpenting daripada membeli hunian rumah adalah hidup secara mandiri, mempunyai jaminan kesehatan yang prima, kebutuhan primer(pokok) tepenuhi, dan berbahagia.

Kemudian hidup dengan nyaman dengan tabungan darurat yang melimpah; lalu sederetan kepemilikan investasi,mempunyai dana untuk hobby yang mahal, dan kemudian menjadi kalangan sultan

Kesmipulannya: Terdapat juga generasi millenial yang mampu membeli hunian rumah, tapi karena makna  trend 'memiliki hunian rumah' sudah bergeser, maka tidak semua melakukannya. Untuk sisanya yang belum mampu memenuhi, otomatis juga tidak akan berusaha secara memaksa karena memang skala prioritas manusia sudah berbeda-beda karena situasi dan kondisi. Terlepas dari hal tersebut, tidak ada patokan tentang langkah-langkah yang benar ataupun salah dalam menjalani dinamika kehidupan di era millennial saat ini.


 

Pekerjaan menjadi aspek hidup yang sering membuat orang menjadi dilanda gelisah. Tidak mempunyai pekerjaan menjadi bahan gunjingan tetangga, sudah mempunyai pekerjaan sekalipun terkadang masih tidak luput terkena sindir dari orangtua sendiri. Yang umumnya karena pekerjaannya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Seperti misalnya omongan seperti ini “kamu tidak ingin mendaftar PNS saja?” atau “ngapain kerja di media, tidak ada hasilnya” hal demikian sering terjadi.

Tidak dapat dipungkiri beberapa orangtua dibudaya kita masih menyukai ikut campur dalam pilihan hidup jalan hidup anaknya, tidak peduli seberapa tua usia kita. Untuk menghentikannya kita harus melakukan sesuatu gebrakan. Nah penulis pada kesempatan kali ini akan membahas 5 cara meyakinkan supaya orangtua percaya dengan profesi yang kita pilih.

1. Menunjukkan semangat kita setiap kali berangkat kerja. Siapa sangka hati orangtuamu menjadi luluh karena melihat kecintaanmu terhadap profesi yang kita geluti sekarang ini

Kita sedang tumbuh pada lingkungan yang masih menjunjung erat budaya ketimuran. Dimana budaya seorang anak harus selalu menurut kehendak orangtuanya. Kalau tidak menurut dan berargumen pasti ujung-ujungnya dianggap seorang bersifat durhaka. Biasanya mereka mengeluarkan perkataan yg memojokkan seperti misalkan “ini demi kebaikan kamu”.

Kondisi dilematis seperti ini seringkali tidak dapat dilawan menggunakan cara debat sekalipun. Sebaiknya mengabaikan saja perkataan mereka. Tunjukkan semangat kita setiap kali berangkat untuk kerja. Dengan melihat rasa kecintaan kita terhadap profesi yang kita pilih barangkali sanubari mereka akan luluh dengan sendirinya.

2. Menjabarkan pekerjaan kita secara rinci dan detaik. Secara skeptisnya orangtua kita bisa jadi karena diri mereka belum benar-benar mengetahui dengan apa yang sedang kita kerjakan.

Perkembangan zaman pada saat ini banyak sekali memunculkan jenis profesi baru. Konten kreator, Programmer,Data Engineer merupakan beberapa profesi baru yang bermunculan karena adanya perkembangan dunia digital. Munculnya sikap skeptis orang tua bisa dikarenakan mereka tidak memahami bahwa era dunia kerja sudah berubah secara total. Mereka hanya membutuhkan untuk dijelaskan tentang pekerjaan yang kita pilih, baik dari alur flow kerja, prospek (opportunity), sampai ke pendapatan yang kita peroleh.

3. Ada beberapa pihak orangtua yang sejatinya hanya membutuhkan perhatian saja. Yaitu dengan rutin mengiriminya per bulan hingga pada nantinya mereka memahami apa keinginan dari kita.

Ketidaksetujuan pihak orangtua terhadap profesi yang dipilih anak biasanya diukur  pada sejauh mana profesi tersebut memberikan prospek kesejahteraan yang berarti. Ketika meminta anaknya mendaftar PNS misalnya, dengan berbagai alasan klasik yang selalu sama persis yaitu supaya mendapatkan tunjangan pada hari tua. Barangkali dengan menunjukkan kesejahteraan yang kita terima pada saat ini orangtua bakal percaya pada mimpi kita. Jangan sungkan-sungkan untuk mengirim mereka uang budi bulanan. Dipastikan mereka bakal bersenang ati dan dijamin perlahan-lahan akan memahami keinginan kita.

4. Bukan hanya selalu mempersoalkan nominal yang didapatkan, orangtua juga butuh dipertunjukkan apabila apa yang kita kerjakan itu bernilai lebih

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat pihak orangtua kita percaya. Salah satunya dengan menunjukkan bahwa pekerjaan maupun bisnis yang kita lakukan itu ternyata bernilai lebih. Bukan hanya persoalan nominal uang dan kesejahteraan yang kita dapatkan, bisa juga dari pengaruhnya ke aspek kehidupan lainnya. Seberapa jauh pekerjaan kita berguna untuk sesama,seberapa pentingkah peranan kita untuk lingkungan sekitar, dan aspek lainnya.

5. Memberikan penjelasan secara konkret kepada orangtua bahwa kerja dan bisnis apapun itu baik selama hal tersebut halal

Orangtua seringkali menasihati anaknya dengan nilai dan norma yang baik. Adakalanya juga mereka mengabaikan bahwa nilai-nilai tersebut. Bisa jadi orangtua kita sedang berada pada tahap ini. Mereka lalai bahwa dahulu kerapkali  menasihati diri kita untuk giat dalam bekerja tanpa perlu mempertimbangkan profesi. Mereka lalai bahwa melakukan kerja dalam bidang apapun itu secara etika baik selama dalam konteks halal dan tidak membuat orang lain susah.

Dan pada kenyataanya cukup kesulitan dalam proses meyakinkan orang tua di kultur timur. Berargumen sedikit mengenai sebuah hal dianggap bersikap menentang kemudian dilabeli tidak mentoleransi rasa hormat. Namun perlu perhatiannya jangan menjadikan tindakan tersebut sebagai alasan untuk membenci orangtua kita. Bagaimana tidak perilaku mereka menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya kelak. Kecerewetan mereka bentuk aware kepada diri kita. Sebaiknya mempraktekkan beberapa langkah-langkah diatas. Siapa sangka langkah tersebut ada yang berhasil dan sukses.


Categories

RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Dark Mode

Popular Posts